Berita Terbaru :
Klien Membludak, 5 ODGJ Antri Panti Rehabilitasi Sosial
Tawadhu Pada Ulama, Bu Nyai Mantap Pilih Machfud Arifin Walikota
Pasien Corona di Pacitan Tembus 41 Orang, 2 Tambahan Anak-Anak dan Batita
Bantuan Jaring Pengaman Sosial Jatim Hanya 3 Bulan
Tersangka Pencurian Motor 5 TKP Ditangkap
Sebelas ASN, 4 TNI Positif Covid-19, Sebagian Sudah Sembuh
Polisi Ringkus Sindikat Pengedar Sabu-Sabu Antar Kota Jaringan Lapas
Anak SD Dinikahkan Siri Dengan Pria Beristri Tiga
Ingin Menabah Subscribe, Youtuber Berujung Penjara
Belasan Truk Terjaring Operasi Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas
Puluhan Warga Positif Covid-19, Jalam Binor Kota Malang Terapkan PSBL
Rumah Bergeser Sendiri Saat Dibangun Gegerkan Warga Ngawi
Perawat Jatim Terpapar Covid 19 Bertambah 334 Orang
27 Kios di Pasar Sukorejo Ludes Dilalap Api
Isak Tangis Puluhan Tenaga Kesehatan Saat Melepas Perawat Meninggal Karena Covid 19
   

Genjot Kendaraan Listrik, Pemerintah Tawarkan Insentif
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 24-05-2018 | 06:13 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com, Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menegaskan akan mulai fokus mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri. Langkah strategis yang dilakukan, antara lain mengkaji arah kebijakan ke depan bersama pemangku kepentingan terkait untuk mendorong produksi kendaraan low carbon emission vehicle (LCEV).

"Jadi, kalau kita tidak ingin hanya menjadi pengguna atau importir saja, maka perlu ada industrinya di sini," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Harjanto di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam pengembangan kendaraan listrik pemerintah menegaskan perlu ada pentahapan yang dijalankan secara terpadu, baik penyiapan regulasi atau payung hukum, infrastruktur pendukung, dan teknologi.

Salah satunya jelas Harjanto, pembangunan infrastruktur kendaraan listrik seperti charging station menjadi sangat penting.

"Jangan sampai ketika sudah bicara otomotif, ternyata infrastrukturnya belum siap. Jadi, kami berharap nanti masyarakat pakai kendaraan listrik dengan mudah dan nyaman," ujarnya.

Kemudian pada kesiapan kemampuan industri komponen dalam negeri, seperti produksi baterai karena ini menjadi core component dalam mobil listrik.

Pada akhirnya, pemerintah berupaya mendorong swasta agar berinvestasi memproduksi kendaraan listrik, yakni melalui pemberian insentif.
Kemenperin telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan mengenai pemberian insentif terhadap pengembangan program LCEV, yang di dalamnya termasuk kendaraan listrik.

Saat ini, pihak swasta seperti PT Toyota Motors Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah berkomitmen mendukung langkah pemerintah untuk membangun industri mobil listrik dalam negeri.

"Kami secara bertahap sudah menyiapkan produksi komponen utama yang dibutuhkan untuk membuat mobil listrik, seperti baterai, motor dan inverter," tegas Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono saat bertemu dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu di Jakarta. (mg8/jpnn/end)

Berita Terkait

Indonesia Gandeng Jepang Kembangkan Kendaraan Listrik

Genjot Kendaraan Listrik, Pemerintah Tawarkan Insentif
Berita Terpopuler
Rumah Bergeser Sendiri Saat Dibangun Gegerkan Warga Ngawi
Peristiwa  3 jam

Gara-Gara Ngantuk Truk Diesel Tabrak Truk Gandeng
Metropolis  5 jam

Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas
Peristiwa  7 jam

Perawat Jatim Terpapar Covid 19 Bertambah 334 Orang
Kesehatan  3 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber