Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Politik 

Aksi bom bunuh diri di gereja GPPS Jl Arjuno Surabaya. Foto dok pojokpitu.com
Polri Tidak Pernah Merekayasa Kasus Terorisme
Rabu, 23-05-2018 | 00:31 wib
Oleh :
Jakarta pojokpitu.com, Munculnya tudingan rekayasa dalam aksi terorisme membuat polisi cukup gerah. Karena itu, Korps Bhayangkara berupaya untuk memberikan pemahaman bahwa proses hukum di Indonesia membuat kemungkinan rekayasa kasus terorisme menjadi tidak mungkin. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal menuturkan bahwa munculnya tudingan rekayasa di media sosial itu merupakan hal yang tidak bijak. Bila dipahami secara mendalam, proses hukum di Indonesia ini justru menjadi bukti tidak mungkinnya melakukan rekayasa.

"Penyidik Polri mengumpulkan seluruh bukti secara detil di tempat perkara. Di cek apakah bukti ini terkait dengan tindak pidana atau tidak," paparnya, seperti diberitakan Jawa Pos.

Pemeriksaan terhadap saksi juga dilakukan untuk membuat kasus tersebut menjadi lebih terang. Langkah selanjutnya, penyidik menyerahkan berkas ke jaksa penuntut umum (JPU). "JPU menguji kasus tersebut, dianalisa bagaimana upaya penyidik mengumpulkan bukti. Ada proses bolak balik berkas sesuai dengan petunjuk jaksa," terangnya.

Selanjutnya, kasus tersebut juga diuji di pengadilan. Dimana, para terdakwa juga memiliki pengacara untuk membelanya. Dalam persidangan itulah ditentukan bersalah atau tidaknya seorang terduga pelaku tindak pidana terorisme.

"Sidang terbuka bisa dilihat semua orang. Ini artinya, kasus terorisme yang ditangani Polri diuji berulang kali, baik kebenaranya dan tata caranya," jelasnya.

Dia menjelaskan, mekanisme hukum di Indonesia yang begitu membuat upaya menutup-nutupi sangatlah sulit. Berbeda dengan hukum di Singapura dimana orang bisa ditangkap karena informasi intelijen terkait terorisme. "Tidak ada proses sidang-sidangan, selama dua tahun bisa ditahan," ungkapnya.

Dengan begitu, bila ada pihak tertentu yang menyebut rekayasa dalam aksi teror, tentunya harus membuktikannya. Polri meminta buktinya bila melakukan tuduhan semacam itu. "Buktikan, ayo. Sutradara hebat di Hollywood pun tak akan bisa," ungkapnya.

Dia menuturkan, Polri juga melakukan langkah penegakan hukum terhadap sejumlah orang yang menyebarkan tuduhan rekayasa aksi terorisme. Sebab, menyebarkan informasi rekayasa tanpa bukti itu merupakan ujaran kebencian dan berita bohong. "Ini bisa menjadi pelajaran bersama," ungkapnya.

Bahkan, tudingan rekayasa kasus terorisme itu mengancam stabilitas masyarakat. Menurutnya, Polri tentunya tidak nyaman dengan tudingan semacam itu. "Siapa pun yang menuding semacam itu, kita tunggu buktinya," paparnya ditemui di kantor Divhumas Polri kemarin. (idr/jpnn/pul)

Berita Terkait


Polri Tidak Pernah Merekayasa Kasus Terorisme

NU Jawa Timur Kecam Keras Aksi Teror di Surabaya

Polisi Buru Pelaku Aksi Teror di Rumah Ketua NU


NU Jawa Timur Kecam Keras Aksi Teror di Surabaya

Aksi Teror Tokoh Agama, Petugas Razia Orang Gila

Aksi Teror Kyai dan Tempat Ibadah Tetap Diusut Tuntas Meski Pelaku Tak Waras

Viral Aksi Teror Modus Orang Gila, Petugas Lakukan Razia
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber