Berita Terbaru :
Memalukan, Muda Mudi Ini Berbuat Senonoh di Areal Taman Adipura Sumenep
Rem Blong, Truk Hantam Mobil dan Motor
Janda Mucikari Jual Anak Bau Kencur Tarif Rp 800 Ribu
Bocah Diduga Disunat Makhluk Halus Gemparkan Warga Tuban
Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Siswa Tuna Netra Kelas 1 SLB Ikut Lomba Hafalan Alquran Tingkat Asia
PKB Rekom Gus Ipul Maju Pilwali Kota Pasuruan
Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Dua Bakal Calon Bupati Sidoarjo Masih Menunggu Rekom DPP PDIP
Polda Jatim Gelar Lomba Dalmas Sabhara dan Wanteror Brimob
Sholawat Lita Machfud berkumandang di Kampung Surabaya
Sangat Penting Mencegah Konflik Dengan Teman
Satgas Covid Sidoarjo Gelar Razia Masker di Pasar Taman
KPU Sumenep Umumkan Pendaftaran Cabup dan Cawabup Segera Dibuka September
Gas Lpg 3 Kilogram di Magetan Mulai Sulit Didapat
   

Puluhan Janda Berusia Lanjut Usia Ikuti Ponpes Ramadhan
Mataraman  Selasa, 22-05-2018 | 15:49 wib
Reporter : Moch.Asrofi
Puluhan janda dan lansia mengikuti kegiatan pondok romadhon di Masjid Al Mawaddah Kabupaten Blitar. Foto: Moch. Asrofi
Blitar pojokpitu.com, Puluhan janda dan lansia mengikuti kegiatan pondok romadhon di Masjid Al Mawaddah Kabupaten Blitar. Meski usia mereka sudah tua, namun para janda-lansia ini tetap semangat mengikuti kegiatan pondok ramadhan, untuk belajar mengaji dan menimba ilmu sebagai bekal mereka bila mati nanti.

Dalam pondok ramadhan ini, para janda yang berusia rata-rata 65 tahun, mengikuti kegiatan rutin yang telah dijadwalkan panitia, mulai kegiatan setelah sholat subuh hingga usai tadarus sekitar pukul sepuluh malam.

Setelah capek dan lelah mengikuti kegiatan atau pengajian, para peserta ponpes janda-lansia ini kemudian mengikuti kegiatan pijat refleksi. Masing-masing peserta memijat pundak temannya secara bergantian, untuk menghilangkan penat dan letih.

Bila tidak ada kegiatan di masjid, para santri janda lansia yang usianya rata-rata di atas 60 tahun ini beristirahat di sebuah gubuk yang terbuat dari bambu. Di gubuk sederhana, para janda lansia ini melepas penat usai melaksanakan kegiatan. Sebagian santri lansia mengaji dan sebagian beristirahat karena kecapekan.

Santri pondok ramadhan janda lansia, Masrikah yang umurnya 69 tahun mengaku, mengikuti kegiatan pondok ramadhan ini untuk meningkatkan imannya kepada Allah.

"Saya juga ingin mencari bekal untuk hari tua nanti, saat malaikat maut menjemput. Selain itu, juga untuk mencari ketenangan batin," jelas Masrikah.

Menurut panitia, Sribanun mengatakan, kegiatan pondok ramadhan bagi puluhan janda lanjut usia ini, untuk membantu para janda lansia, menjadi taat beribadah dengan pembelajaran ilmu agama selama ramadhan.

"Para pesertanya setiap tahun terus mengalami peningkatan jumlah peserta, karena banyak manfaat yang mereka dapatkan. Selain itu, para peserta juga tidak dipungut biaya," jelas Sribanun.

Terdapat 58 santri janda lansia dari berbagai kecamatan di Kabupaten Blitar, yang mengikuti pondok pesantren janda lansia ini, banhkan ada 1 santri asal surabaya.

Semua santri janda-lansia ini, tinggal di gubuk bambu sederhana yang berada di sekitar masjid. Mereka akan mengikuti kegiatan pondok pesantren lansia ini, hingga bulan ramadhan hari kesepuluh. (yos)

Berita Terkait

Puluhan Siswa-Siswi SMALB Kemala Bhayangkari Ikuti Kegiatan Pondok Ramadhan

Puluhan Janda Berusia Lanjut Usia Ikuti Ponpes Ramadhan

Pondok Ramadhan, Narapidana Perbanyak Amal Sholeh
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  13 jam

Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  14 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  2 jam

Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber