Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Awal Ramadhan, Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Naik
Senin, 21-05-2018 | 16:44 wib
Oleh : Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Memasuki puasa Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok terus merangkak naik. Diduga kenaikan harga ini terjadi karena tingginya permintaan pasar, yang tidak diikuti dengan stok barang. Akibatnya, warga terpaksa harus mengurangi pembeliannya untuk menyiasati kenaikan harga tersebut.

Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok sudah dirasakan sejak satu minggu terakhir. Untuk harga daging ayam, sebelumnya Rp 32 ribu per kilogram. Kini naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram.
 
"Cabe rawit yang sebelumnya hanya Rp 38 ribu, kini naik menjadi Rp 46 ribu per kilogram. Tomat yang dulu hanya Rp 9 ribu, kini naik menjadi Rp 12 ribu per kilogram," kata Siti, salah seorang pedagang.
 
Diduga kenaikan harga ini terjadi karena tingginya daya beli masyarakat tidak diikuti dengan stok barang yang ada.
 
Beruntung kenaikkan harga tersebut tidak diikuti oleh harga telur. Harga telur ayam sebelumnya Rp 26.500 per kilogram. Kini turun menjadi Rp 25 ribu per kilogram.
 
Warga khawatir, harga kebutuhan pokok akan terus naik. Sebab setelah puasa akan menghadapi hari raya. Masyarakat berharap agar pemerintah segera menstabilkan kenaikan harga sebelum Lebaran nanti.(end)

Berita Terkait


Bulan Ramadhan, Produksi Pabrik Tahu Menurun

Gubernur Sidak Pasar, Harga Daging Ayam Naik

Dibanjiri Barang Impor Harga Kebutuhan Pokok Turun

Gelar Operasi Pasar, Bulog Jual Bawang Putih Rp 25 Ribu Per Kilogram


Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Surabaya Merangkak Naik

Satgas Pangan Siap Tindak Penimbunan Bahan Kebutuhan Pokok

Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Merangkak Naik

Harga Kebutuhan Pokok di Lumajang Masih Tinggi

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber