Berita Terbaru :
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan
Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Politisi PDIP : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan Partai
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
   

Motor Viral Diduga Pelaku Teroris Datangi Mapolres Nganjuk
Mataraman  Rabu, 16-05-2018 | 19:15 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Pemilik motor yang diduga sebagai teroris, dan sempat viral di medsos , akhirnya mendatangi Mapolres Nganjuk. Foto: Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Pemilik motor yang diduga sebagai teroris, dan sempat viral di medsos , akhirnya mendatangi Mapolres Nganjuk, guna melakukan klarifikasi atas status dirinya. Korban mengaku ketakutan, atas tuduhan tersebut dan meminta perlindungan pihak polisi.

Fitria Dyah Irawati bersama suaminya Arif Yulianto, warga Desa Kuncir Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, sempat diisukan melalui media sosial facebook, sebagai pelaku pemboman gereja di Surabaya. Bahkan berita yang menyebar menjadi viral di facebook, hingga dirinya merasa ketakutan dan merasa nyawanya terancam.

Merasa tidak melakukan apa yang diberitakan di media sosial, Fitria bersama kedua orang tuanya, didampingi kepala desa dan kapolsek ngetos mendatangi Mapolres Nganjuk, guna mengklarifikasi masalah yang menimpa dirinya.

Kejadian itu bermula saat sepeda motor nomor polisi AG 4966 WI yang dikendarai Rizal yang merupakan adik dari Fitria, berboncengan dengan Evan Mansyur, teman Risal, sempat viral di medsos. Karena dicurigai sebagai teroris.

Viralnya kendaraan bermotor itu saat, Rizal dan Evan Mansyur sedang foto selfi di depan Mapolsek Nggringsing Polres Kendal, dan membawa tas rangsel, dia berlari saat didatangi anggota polisi.

Sehingga, sepeda motor yang dilacak kepemilikannya itu, mengarah kepada Fitria yang dalam hal ini sebagai pemilik kendaraan tersebut.

"Saat itu saya berada di Surabaya untuk berziarah, kaget mengetahui jika dirinya diviralkan di medsos terkait pelaku bom gereja di Surabaya," jelas Fitria Diyah Irawati.

Meski sempat shok dan terancam usai mengetahui dirinya menjadi korban hoax di media sosial, tetapi Fitria tidak menuntut orang yang telah menyebarkan berita hoax kepadanya.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta menjelaskan, jika apa yang telah di beritakan di media sosial yang mengatakan Fitria Diyah Irawati dan Rizal sebagai pelaku pengeboman di gereja Surabaya itu adalah berita hoax,

"Saat ini, keduanya berada di mapolres guna mengklarifikasi atas berita tersebut," ujar AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta.


Dengan kejadian ini, masyarakat khususnya pengguna media sosial diharapakan tidak mudah terpancing dan percaya begitu saja, dengan adanya pemberitaan yang belum jelas kebenarannya.

Karena penyebar berita hoax dapat dipidana penjara,melanggar UU IT, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (yos)




Berita Terkait

Motor Viral Diduga Pelaku Teroris Datangi Mapolres Nganjuk
Berita Terpopuler
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  4 jam

Politisi PDIP : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan Partai
Metropolis  3 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber