Berita Terbaru :
Disparta Tinjau Persiapan Hotel Untuk Membuka Kembali Dengan Protokol Kesehatan
Sejumlah Parpol Mulai Melakukan Persiapan Menyambut Tahapan Pilkada Serentak
Persiapan PPDB SMP Tahun Ajaran 2020-2021
Hanyut 24 Jam Di Laut, Nelayan Ditemukan Selamat
Pendeta Diadili, Hakim Lanjutkan ke Pembuktian
Wakil Walikota Surabaya Pastikan Dirinya Baik-Baik
38 Orang Kembali Dipulangkan Dari Asrama Haji Surabaya
Antisipasi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Polisi Bagikan Masker di Pasar Tradisional
KPU Surabaya Ajukan Tambahan Anggaran Untuk Tahapan Pilkada Di Masa Pandemi Covid-19
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
   

Minggu Depan, PPDB SD 2018 Mulai Dibuka
Pendidikan  Rabu, 16-05-2018 | 18:29 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Ilustrasi
Surabaya pojokpitu.com, Senin pekan depan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD tahun ajaran 2018-2019 mulai dibuka. Tak banyak berubah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, PPDB tahun ini dilaksanakan secara online.

PPDB 2018-2019 dibuka tanggal 21 hingga 24 Mei mendatang. Namun ini berlaku bagi PPDB jalur sekolah dasar. Sedangkan PPDB jalur prestasi dan mitra warga dilakukan mulai 28 sampai 31 Mei.

Meski tak banyak berubah dengan tahun lalu, Dinas Pendidikan Kota Surabaya memastikan jika tahun ini ada sedikit perbedaan. Di antaranya adalah jumlah rombongan belajar yang berkurang dari 40 menjadi 36 siswa. Ini sesuai Permendikbud nomor 17 tahun 2017, yang mengatur tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.

Sudarminto, Kabid Pendidikan Menengah Dispendik Surabaya menyebut, tahun ini juga diberlakukan kelas bagi siswa inklusi maksimal 5 siswa dalam satu kelas dengan maksimal dua ketunaan. "Ini dilakukan untuk meminimalisir berkumpulnya guru pendamping khusus dalam satu kelas," kata Sudarminto, Kabid Dikmen Dispendik Surabaya.

Tahun ini, dari 309 jumlah sekolah dasar di Surabaya, yang wajib menerima siswa inklusi sebanyak 50 sekolah. Sementara untuk kuota siswa luar kota masih tetap diberlakukan kuota 1 persen.(end)


Berita Terkait

Hari Pertama PPDB SD Lancar

Minggu Depan, PPDB SD 2018 Mulai Dibuka
Berita Terpopuler
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Covid-19  5 jam

Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  16 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  13 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber