Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Toko Dirampok, 5 Orang Penghuni Disekap
Rabu, 16-05-2018 | 17:09 wib
Oleh : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Sekawanan perampok bersenjata tajam, menjarah sebuah ruko di Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Setelah melewati tembok belakang setinggi 5 meter, para perampok melumpuhkan 2 orang sopir dan menyekap di kamarnya.

Kasus perampokan ruko, kembali terjadi di Kabupaten Ngawi. Kali ini, yang jadi sasaran toko slamet di pinggir Jalan Raya Gendingan - Ngrambe, tepatnya masuk wilayah  Desa Gendingan Kecamatan Widodaren. Jumlah perampok diperkirakan sekitar 8 orang, namun yang masuk ke dalam ruko CV. Renata Karunia  hanya empat orang.

Selepas tengah malam, empat perampok dengan penutup wajah memanjat pohon mangga di luar tembok, lalu memotong kawat berduri, kemudian turun dengan memanjat pohon jati.

Saat hendak masuk rumah, para perampok melihat dua orang sopir , Wahyudi dan Setyoko Rial Saputro, tertidur dalam kamar belakang. Keduanya dibangunkan sambil diancam menggunakan parang, lalu diikat tangan kaki serta disumpal mulutnya. Mereka  kemudian disekap, dalam kamar tersebut. 

Para perampok kemudian masuk dalam rumah milik Slamet Hariyanto, dengan mencongkel kaca pintu depan. Mendengar suara berisik, Slamet Hariyanto keluar kamar tidurnya, namun langsung diancam dengan parang oleh para perampok.

Para perampok kemudian membangunkan istri  Slamet Hariyanto,  Cik Mimi, dan kakak iparnya, Cik Gin. Ketiganya sempat disuruh menunjukkan lokasi penyimpanan uang dan benda berharga. Empat perampok kemudian menjarah uang tunai senilai Rp 50 juta, perhiasan emas senilai Rp 400 juta, emas batangan 4 ons senilai Rp 400 juta, jam tangan emas senilai Rp 50 juta.

Selain itu, perampok juga mengambil 5 unit smartphone, parfum merk terkenal, dan gaun pesta perempuan berharga mahal. Setelah menjarah, empat perampok kemudian membawa tiga penghuni rumah dalam kamar tidur, lalu mengikat kaki dan tangan serta menyumpal mulutnya. Kamar kemudian dikunci dari luar.

Mengetahui ada CCTV, para perampok kemudian membawa kabur, peralatan penyimpan data. Ketiganya bisa melepaskan penyumpal mulut dan berteriak meminta tolong, tetapi tidak ada yang mendengar. Mereka dibebaskan oleh pembantu, yang tidak ikut disekap perampok, karena tidur di kamar belakang.

Kasus perampokan tersebut,  kini ditangani oleh Polsek Widodaren serta  Satreskrim Polres Ngawi. Dari informasi para korban, empat perampok menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi logatnya kental  intonasi  Jawa dan Madura.(end)

Berita Terkait


Penjahat Satroni Minimarket, Seorang Karyawan Alami Luka Serius

Sebuah Rumah Disatroni Perampok, 1 Orang Tewas.

Usai Dirampok, Seorang Wanita Tewas Dengan Luka di Kepala

Ruko Dirampok, 5 Orang Penghuni Disekap


Kasat Reskrim: Motif Asmara Atau Perampokan Masih Kita Selidiki

Pasca Aksi Perampokan Bersenjata, Polisi Jaga Ketat Toko Emas

Perampokan Sekolah, Dua Penjaga Malam Terluka Parah

Antisipasi Perampokan Jelang Lebaran, Polisi Perketat Pengamanan
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber