Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Kesehatan 

Adik Ais, anak Tri Ernawati pelaku bom bunuh diri Polrestabes Surabaya masih mendapat perawatan intensif di RS Bhayangkara. Foto Bagus
Korban Bom Surabaya Butuh Bantuan Pemulihan Psikologis
Rabu, 16-05-2018 | 11:42 wib
Oleh : Pulung Aji
Surabaya pojokpitu.com, Peristiwa ledakan bom di Surabaya benar-benar meninggalkan duka mendalam hingga memicu trauma korban. Pemulihan harus diupayakan dengan segera untuk memulihkan psikologis korban.

Menurut Tim psikologi yang mendampingi para korban teroris yang dirawat PPT RS Bhayangkara, untuk pertolongan trauma korban bom ini perlu beberapa tahap. Pertama tahap direduksi atau mengurangi ketegangan (stress), agar pasien merasa aman, nyaman dan tenang setelah mengalami peristiwa traumatis. Caranya melakukan teknik relaksasi progresif untuk mencegah timbulnya kondisi stres akut, seperti gejala gangguan tidur, mimpi buruk, gangguan makan, hypervigilance

Langkah berikutnya mengurangi resiko ganguan psikis lanjutan seperti PTSD (post trumatic stress dissorder) hingga depresi. Serta menerima informasi yang dibutuhkan berkaitan tentang kejadian. Misalnya keberadaan keluarga, kondisi kedaruratan medis yang dialami, fasilitas pelayanan kesehatan yang akan diterima.

Tim psikologi juga meminta keluarga korban untuk menerima informasi yang berkaitan dengan peristiwa dan kondisi korban melalui konseling saat penyampaian berita buruk. Anggota keluarga juga harus membantu membuat merasa merasa tenang. Dapat menerima keadaan yang dialami melalui proses konseling PFA (Psycological First Aid). Serta harus bisa mencegah reaksi emosi yang tidak terkontrol seperti hysteria, tempertantrum, kemarahan

Pemulihan trauma korban bom tidak mudah, perlu kesabaran ekstra bagi para terapis maupun psikolog. Namun, orang di sekitar korban dapat memberikan dukungan demi pemulihan kondisi korban. Penanganan trauma korban bom berbeda dengan trauma korban pemerkosaan, gempa bumi atau peristiwa lain.

Peristiwa itu tentu telah memberikan persepsi baru terhadap hal-hal yang awalnya normal menjadi situasi dengan kondisi khusus. (pul)

Berita Terkait


Tokoh Lintas Agama Peringati 40 Korban Bom Surabaya

Terduga Teroris Blitar Anak Buah Aman Abdurrahman

Bos Terduga Teroris di Unri Sudah Ditembak Mati

Kenapa Teroris Pilih Kampus Unri jadi Tempat Merakit Bom?

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber