Berita Terbaru :
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Sidak Protokol Kesehatan di Pasar Hewan, Puluhan Pembeli dan Penjual Dirapid Test
Kantor Bank Jatim Cabang Bojonegoro Tutup 3 Hari Akibat Pegawai Positif Covid -19
Tuntut Ganti Rugi, Pemilik Kios Pasar Baru Lurug Pemkab
Satu Guru Terpapar Covid-19, SMKN 1 Bojonegoro Kembali Belajar Daring
Kenalan di Medsos, Kakek Satu Cucu Perkosa Pelajar di Rumahnya Sendiri
Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
   

Ustaz Abdul Somad: Bela Islam Bukan dengan Bom Bunuh Diri
Politik  Rabu, 16-05-2018 | 10:27 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com, Aksi peledakan bom yang terjadi di Surabaya mendapatkan kecaman dari Ustaz Abdul Somad. Menurut dia, bukan seperti itu membela Islam. Aksi tersebut malah membuat agama Islam tercoreng karena para pelaku menggunakan simbol-simbol agama.

"Dalam setiap ceramah saya, selalu ditekankan umat Islam harus berjihad untuk membela agamanya. Namun, caranya bukan lewat aksi bom bunuh diri dengan menyasar kaum nasaro (Nasrani)," kata Ustaz Somad, Selasa (15/5) malam.

Membela agama Islam, lanjutnya, dilakukan lewat tugas masing-masing. Pendakwah memberikan ceramah yang menceritakan bagaimana Islam itu agama rahman lil alamin. Media, memberitakan hal-hal benar dan bukan hoaks atau provokatif.

Begitu juga dengan aparat keamanan bagaimana bersikap adil dalam menyikapi laporan pengaduan masyarakat. Kemudian para politikus, bagaimana memerjuangkan aspirasi umat di panggung politik.

Kalangan IT, bagaimana menyebarkan informasi menyejukkan di medsos dan bukan menciptakan stigma negatif umat terhadap golongan tertentu.

"Masyarakat bagaimana memilih kepala daerah atau kepala negara yang dinilai bisa memerjuangkan kepentingan umat. Bagaimana juga membangkitkan kekuatan ekonomi umat. Semakin kuat ekonomi umat, akan susah bagi penganut paham radikal untuk memengaruhi umat melakukan tindakan radikalisme dan intoleransi," bebernya. (esy/jpnn/pul)

Berita Terkait

Tokoh Lintas Agama Peringati 40 Korban Bom Surabaya

Terduga Teroris Blitar Anak Buah Aman Abdurrahman

Bos Terduga Teroris di Unri Sudah Ditembak Mati

Kenapa Teroris Pilih Kampus Unri jadi Tempat Merakit Bom?
Berita Terpopuler
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  5 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  16 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  6 jam

Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber