Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Life Style 

dr. Hafid Algristian, Sp.KJ
Cegah Istri dan Anak Ikut Bom Bunuh Diri Dengan Pendidikan Agama Yang Tepat
Selasa, 15-05-2018 | 08:26 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Rentetan bom di Surabaya dan Sidoarjo mendapati fenomena baru yakni melibatkan satu keluarga, orangtua dan anak. Beberapa praktisi menganggap tindakan para bomber dengan mengajak istri dan anaknya, karena berkeyakinan akan bertemu surga bersama-sama.

Peristiwa bom di 3 gereja di Surabaya dan Sidoarjo mendapati fenomena baru. Aksi pertama dilakukan Dita Oeprianto mengajak istri dan empat anak mengebom tiga gereja. Lalu disusul aksi Senin pagi tadi, Tri Murtiono mengajak istri dan tiga anaknya mengebom Mapolrestabes Surabaya.

Menurut dr Havid Algristian, pengajar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Unusa, fenomena para bomber mengajak keluarganya ini karena mereka berkeyakinan mendapatkan tiket masuk surga bersama-sama. "Hanya saja mereka tidak sadar bahwa perbuatannya telah melanggar norma-norma beragama," kata dr  Hafid Algristian.

Ahli penyakit jiwa ini menambahkan, untuk mencegah istri dan anak agar mengikuti ajakan para bomber dengan pola pendidikan agama yang tepat. (pul)

Berita Terkait


JAD Dibekukan Karena Terlibat Jaringan Teroris

Alumni Lemhanas Gelar Dialog Ngopi Kebangsaan

Densus 88 Juga Kejar Penyandang Dana

Ali Fauzi Sebut Ada Satu Warga Surabaya yang Berpengaruh Dari Aksi Dita


Indadari Kena Imbas Ledakan Bom Surabaya

Pemkot Surabaya Akan Bantu Korban Bom Surabaya

Korban Bom Surabaya Butuh Bantuan Pemulihan Psikologis

Doa Lintas Agama Untuk Peristiwa Bom Surabaya
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber