Berita Terbaru :
Gubernur Jatim Membuka Masa Orentasi Sekolah Secara Virtual
Menpora Apresiasi PBSI Home Tournament
Xiaomi Siapkan Kejutan Ponsel Unik
Patroli Masker, Risma Perintahkan Kadis Turun Jalan Bagikan Masker
Tanam Sayur Untuk Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi Covid-19
HNW: Pemerintah Harus Konsekuen Melaksanakan UU Pesantren
Pondok Gontor 2 Klaster Baru Covid-19, Begini Respons Gus Jazil MPR
Bursa Transfer: Kiper Tangguh ke Chelsea, Bintang Barcelona ke MU
Sejumlah Pria Bertubuh Kekar Menyobek Spanduk Partai Berkarya, Ada Tommy Soeharto
   

Kakak Beradik Pengebom Gereja Dikenal Aktif di Sekolah
Metropolis  Senin, 14-05-2018 | 18:27 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Sekolah SMPM 18 Kreatif Surabaya tempat pelaku bom bunuh diri Yusuf Fadil dan Firman Halim mengenyam pendidikan. Foto Tika
Surabaya pojokpitu.com, Dua pelaku bom bunuh diri merupakan remaja laki-laki berusia 18 dan 16 tahun. Tercatat, keduanya merupakan siswa aktif di SMP Muhamadiyah 18 kreatif Surabaya.

Menurut Ari Sutikno, Kepala Sekolah SMPM 18 Kreatif Surabaya membenarkan, Firman Halim merupakan siswanya yang duduk di kelas 9. Sedangkan Yusuf Fadil adalah alumni dari SMPN 18 Kreatif Surabaya yang kini duduk di bangku kelas 11 SMA Muhammadiyah 10 Surabaya.

Pihak sekolah mengakui selama ini tidak ada gelagat aneh yang ditunjukkan kedua kakak beradik itu. Sebab keduanya tercatat sebagai siswa aktif. Bahkan menjadi ketua OSIS di masa yang berbeda. "Firman bahkan pernah menjuarai perlombaan Tapak Suci di lingkungan Muhammadiyah Jatim, pada 2017 lalu," kata Ari.

Ari menolak kabar yang beredar, bahwa keduanya selalu menolak setiap diberikan pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Sebab dari nilainya, relatif standar. Keduanya hanya sama-sama kurang bisa dalam pelajaran Matematika dan sering mengikuti Remedi. Pihak sekolah juga tidak pernah mendapati Firman izin sekolah dalam waktu lama.

Seperti yang diberitakan, jika sekeluarga pengebom bunuh diri sempat ke syuriah untuk training. Hanya saja kedua orang tua Firman dan Fadil memang jarang ke sekolah, dan hanya datang saat pengambilan rapor.

Keterlibatan keduanya sontak membuat para guru kaget. apalagi pada Senin sampai Rabu lalu, Firman mengikuti perpisahan kelas dengan pergi ke Bromo bersama 11 rekan sekelasnya.

Adanya insiden ini, pihak sekolah rencananya akan memberikan pendampingan terhadap siswa lain agar tidak khawatir dan gelisah. Sebab, saat ini mulai banyak wali murid yang menanyakan perihal keterlibatan temannya.

Yusuf Fadil dan Firman Halim merupakan tersangka kasus bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercelah Ngagel. Keduanya meledakkan diri dengan memangku bom. (pul)



Berita Terkait

Mengenang 1 Tahun Bom Surabaya Deklarasi Lawan Teroris

Rumah Pelaku Bom Surabaya, Dita Oepriarto Masih Utuh

Cerita Ari Setiawan, Korban Selamat Ledakan Bom Gereja di Surabaya

Jemaat Gereja Santa Maria Tak Bercela Maknai Sebagai Peristiwa Iman
Berita Terpopuler
Bursa Transfer: Kiper Tangguh ke Chelsea, Bintang Barcelona ke MU
Sepak Bola  8 jam

Gubernur Jatim Membuka Masa Orentasi Sekolah Secara Virtual
Pendidikan  37 menit



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber