Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Politik 

Adies Kadir, anggota komisi III DPR RI,
Adies Kadir Minta Aparat Usut Keterlibatan Perempuan dan Anak Dalam Aksi Terorisme
Senin, 14-05-2018 | 17:56 wib
Oleh : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Dalam aksi teror di sejumlah titik di Surabaya, terdapat fenomena baru yakni melibatkan perempuan dan anak dalam aksi terorisme. Bahkan satu keluarga ikut andil. Menyikapi fakta itu komisi III DPR RI yang membidangi hukum, keamanan dan HAM meminta BIN (Badan Intelijen Negara) mencermati fenomena baru tersebut.

Adies Kadir, anggota komisi III DPR RI, menuturkan BIN, Polri maupun TNI harus lebih waspada dalam mengidentifikasi kasus teror bom kali ini. "Khususnya terkait keterlibatan ibu dan anak dalam melakukan aksi terorisme," kata Adies Kadir.

Hal yang sama diungkapkan Helmy Faishal Sekjen PBNU saat mendatangi Gereja Santa Clara di Jalan Ngagel Surabaya didampingi KH Hasan Mutawakil Alallah, Ketua PWNU Jatim. Menuturkan PBNU bersama-sama tokoh lintas agama melawan radikalisme dan tidak mengajarkan kekerasan.  PBNU juga meminta masyarakat tenang, tidak terprovokasi dengan adu domba antar agama, aparat keamanan tetap meningkatkan kewaspadaan.

Helmy menegaskan Gerakan ini adalah gerakan yang terpola, terstruktur dan terjaring. Apalagi saat ini melibatkan perempuan dan anak ini yang harus diusut tuntas oleh aparat kepolisian. (pul)





Berita Terkait


JAD Dibekukan Karena Terlibat Jaringan Teroris

Alumni Lemhanas Gelar Dialog Ngopi Kebangsaan

Densus 88 Juga Kejar Penyandang Dana

Ali Fauzi Sebut Ada Satu Warga Surabaya yang Berpengaruh Dari Aksi Dita


Indadari Kena Imbas Ledakan Bom Surabaya

Pemkot Surabaya Akan Bantu Korban Bom Surabaya

Korban Bom Surabaya Butuh Bantuan Pemulihan Psikologis

Doa Lintas Agama Untuk Peristiwa Bom Surabaya
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber