Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Life Style 

Perlukah Melakukan Diet Garam?
Senin, 07-05-2018 | 13:42 wib
Oleh :
Jakarta pojokpitu.com, Diet garam merupakan upaya menurunkan konsumsi makanan yang mengandung garam karena satu dan dua alasan tertentu. Perlu diketahui bahwa meskipun asupan garam dalam jumlah tertentu diperlukan tubuh dan menyehatkan, konsumsi garam berlebih sesungguhnya tidak baik untuk kesehatan Anda.

Garam yang berorientasi pada bumbu masak adalah sejenis mineral yang mampu menciptakan rasa asin. Secara umum, garam dapur mengandung natrium klorida (NaCl) yang dihasilkan oleh air laut. Garam dalam bentuk alaminya adalah mineral kristal yang dikenal sebagai halite.

Selain natrium klorida, garam juga mengandung sodium yakni salah satu unsur kimia yang bersifat amat reaktif. Kandungan ini berfungsi untuk meneruskan impuls saraf di sel tubuh.

Walau dalam jumlah tertentu garam bermanfaat bagi tubuh, mengonsumsi sodium dalam garam secara berlebihan dapat menimbulkan efek negatif. Karena itu, diet garam dalam takaran yang pas sering diterapkan oleh kalangan tertentu.

Bila konsumsi garam Anda berlebih, maka pikirkan untuk melakukan diet garam dari sekarang. Mengapa demikian? Dilansir Prevention, ini fakta medisnya.

Diet garam untuk kalangan tertentu

Tidak semua orang perlu melakukan diet rendah garam, di mana hanya mengonsumsi kurang dari 1.500 miligram per hari. Selama tidak lebih dari 2.300 miligram, sebenarnya garam tidak akan membahayakan tubuh.

Namun, jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, maka konsultasikan diet garam kepada dokter. Bila memang membantu, maka lakukanlah.

Mereka yang memiliki atau berisiko terhadap kondisi kesehatan seperti di bawah ini, dianjurkan untuk melakukan diet garam:

1. Tekanan darah tinggi

Jika Anda memiliki tekanan darah di atas 130/80 atau punya risiko demikian, kurangilah asupan garam secepatnya. Kelebihan natrium dalam sistem tubuh mampu menaikkan tekanan darah dan itu memaksa jantung Anda untuk bekerja lebih keras.

Mengurangi asupan garam bisa membantu mengatasi hal di atas. Mesti diingat bahwa orang berusia di atas 51 tahun memiliki peningkatan risiko terhadap darah tinggi.

2. Penyakit jantung atau ginjal.

Makan terlalu banyak garam dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh. Menurut Kristin Smith, juru bicara dari Academy of Nutrition and Dietetics di Amerika Serikat, hal tersebut dapat memperparah masalah yang terkait dengan penyakit jantung dan ginjal.

Ada beberapa makanan yang diketahui mengandung kandungan natrium serta sodium berlebih, yakni sup kalengan, bumbu, kaldu, dan saus, terutama kecap. Kemudian daging merah, keju olahan dan makanan beku.

Diet garam ini dilakukan pada taraf yang rendah, bukan dalam artian menghentikan secara total. Ada sejumlah dampak negatif yang terjadi jika Anda benar-benar menghentikan asupan garam.

Karena itu, konsumsi garam secara cerdas

Berdasarkan penuturan dr. Citra Roseno, banyak anjuran untuk pengobatan penyakit tertentu agar mengurangi asupan garam. Namun, bukan berarti tubuh tidak memerlukan garam sama sekali.

"Tubuh memerlukan sodium yang terkandung dalam garam untuk berbagai proses kerja tubuh, misalnya untuk meneruskan rangsang saraf, menjaga keseimbangan cairan elektrolit tubuh, hingga kontraksi dan relaksasi otot berbagai organ tubuh termasuk di jantung dan pembuluh darah," ujarnya.

Dengan demikian, kurangnya asupan sodium juga dapat mengganggu fungsi kerja tubuh seperti yang telah dijelaskan di atas.

Lebih lanjut, dr. Citra menjelaskan bahwa rata-rata jumlah sodium yang dibutuhkan tubuh normal adalah tidak lebih dari 2.325 miligram per hari. Namun pada kenyataannya, manusia mengonsumsi garam lebih banyak dari jumlah tersebut, yakni sekitar 3.400 mg yang kebanyakan berasal dari makanan cepat saji, camilan, dan sebagainya.

Pada orang berusia di atas 50 tahun, atau memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, diabetes, ginjal, maka rata-rata jumlah yang dianjurkan tidak lebih dari 1.500 miligram. Jangan berlebihan karena bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang telah dijelaskan di atas.

Diet garam dalam taraf rendah, penting dilakukan demi menjaga kondisi tubuh. Menghentikannya secara total juga tidak baik karena Anda membutuhkan asupan sodium dan natrium yang terkandung dalam bumbu dapur tersebut.(RS/RVS/klikdokter)

Berita Terkait


Apakah Remaja Perlu Diet Karbo?

Mau Diet? Jangan Lupa Olahraga

Perlukah Melakukan Diet Garam?

Pemkot Malang Bersama ISC Serukan Diet Kantong Plastik


Inilah Manfaat Diet Vegetarian untuk Jantung

Perlukah Melakukan Diet Garam?

Mengenal Apa Itu Diet Alkali

Pemkot Malang Bersama ISC Serukan Diet Kantong Plastik

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber