Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Bersitegang itu terjadi saat pihak tergugat membacakan hasil putusan dari Mahkamah Agung, yang mengabulkan penggugat atas nama Hadi Mardiyono, dan mengalahakn tergugat Tini. Foto: Achmad Syarwani
Proses Eksekusi Lahan Berlangsung Tegang
Jum'at, 27-04-2018 | 09:25 wib
Oleh : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Eksekusi tanah oleh Pengadilan Negeri Nganjuk, sempat diwarnai ketegangan antara tergugat denga petugas eksekusi. Pihak tergugat tidak terima tanah sawahnya di eksekusi, pihak tergugat juga tidak enerima putusan dari MA yang mengabulkan tuntutan penggugat.

Bersitegang itu terjadi saat pihak tergugat membacakan hasil putusan dari Mahkamah Agung, yang mengabulkan penggugat atas nama Hadi Mardiyono, dan mengalahakn tergugat Tini.

Tini salah satu tergugat memprotes keras hasil keputusan MA, karena hingga saat ini dia mengaku tidak pernah mendapat panggilan sidang. Baik dari pengadilan tinggi maupun dari mahkamah agung, untuk itu dia meminta untuk membatalkan eksekusi.

"Saya mempertanyakan keabsahan sertifikat tanah yang berlogo garuda yang di keluarkam BPN," ujar Tini.

Kalau eksekusi tetap dilaksanakan, maka keluarga termohon tidak akan menyerahkan sertifikat tanah, yang hingga saat ini masih atas nama Samijo orangtuanya. Tetapi karena keputusan MA telah memenangkan Hadi Muryono, maka Pengadilan Negeri Nganjuk tetap melaksanakan eksekusi.

Tiga bidang tanah yang saat ini di eksekusi Pengadilan Negeri Nganjuk, masing masing tanah sawah di Desa Banaran Kulon dengan luas 4.890 meter persegi , selanjutnya sebidang tanah sawah seluas 1.400 meter persegi, dan juga tanah sawah seluas 480. Sesuai keputusan MA, tanah tersebut telah menjadi hak milik Hadi Muryono, yang telah menang dalam persidangan.

Saat eksekusi tidak ada perlawanan dari pihak tergugat, karena usai pembacaan keputusan keluarga termohon tidak menghadiri eksekusi. Untuk memperjelas batas, eksekutor memasang patok sebagai batas tanah.

Kuasa Hukum Penggugat Adi Wibowo mengatakan, pihaknya telah memberikan tenggang waktu untuk mengosongkan tanah tersebut, tetapi karena hingga batas waktu yang ditentukan belum dikosongkan, maka eksekutor lakukan upaya pengosongan paksa. 

Terkait sertifikat tanah yang tidak di serahkan termohon, Adi Wibowo mengatakan, itu bukan menjadi masalah, karena sejak keputusan MA sertifikat itu sudah tidak berlaku lagi.

"Tidak masalah, keputusan MA sudah keluar sehingga sertifikat itu tidak berlaku lagi," jelas Adi Wibowo.

Saat eksekusi tanaman yang ada di atas tanah, juga di babat eksrkutor. Karena sesuai keputusan MA, saat dieksekusi tanah tersebut dalam keadaan kosong. (yos)

Berita Terkait


Ratusan Warga Desa Krembung Tolak Eksekusi Lahan TKD

Proses Eksekusi Lahan Berlangsung Tegang

Eksekusi Lahan Pasar Ricuh, PKL Hadang Petugas

Warga Kecewa Eksekusi Lahan Jalan Tol Solo Kertosono


Eksekusi Lahan untuk Tol Berlangsung Ricuh

Pemkot Eksekusi Lahan Terakhir Frontage Road Ahmad Yani

Eksekusi Lahan Warga untul Tol Sudah Dimulai, Rumah Menyusul

Warga Tolak Rencana Eksekusi Lahan Untuk Tol
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber