Berita Terbaru :
Menko PMK Minta Kampus Ikut Membantu Penanganan Covid 19
Ambulance Disco Menjadi Viral, Tujuannya Agar Tak Lagi Menakutkan
Pemkab Mojokerto Gratiskan Rapid Tes Bagi Pelajar Yang Ikut SBMPTN
Pakai Motor Risma Blusukan Tegur Warga Tak Pakai Masker
Wajib, Gugus Tugas Rapid Warga di Tempat Nongkrong
Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Gugus Tugas Covid 19 Siapkan Tempat Istirahat Tenaga Kesehatan
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Bhayangkara United Ingin Melanjutkan Kompetisi Hingga Selesai
Hasil Survei: Tito Karnavian Menteri Paling Responsif di Era Pandemi
Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak
Youtube Blokir Akun yang Kerap Buat Konten Rasis
Koleksi Mobil Klasik David Beckham Dijual, Harganya Wow
Tips Agar Koneksi Internetmu Tidak Lelet
Malaysia Larang Orang Asing Salat Berjemaah di Masjid
   

Inilah Hasil Survei Terbaru soal Pola Sarapan
Kesehatan  Senin, 23-04-2018 | 03:32 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Perusahaan nutrisi global, Herbalife Nutrition, merilis sejumlah temuan dari survei bertajuk Survei Sarapan Sehat di Asia Pasifik (Asia Pacific Healthy Breakfast Survey). Survei bertujuan untuk mengetahui kebiasaan dan pola sarapan serta kebiasaan konsumsi makanan bagi konsumen di Asia Pasifik.

Survei ini dilaksanakan pada Februari 2018 lalu dan diikuti lebih dari 5.500 responden di 11 negara Asia Pasifik yaitu; Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam.

Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition Andam Dewi menyampaikan, hasil survei tersebut menemukan mayoritas responden memahami akan pentingnya sarapan sehat dalam meningkatkan kesehatan dan mengelola berat badan.

Untuk Indonesia, survei menunjukkan mayoritas responden (72%) setuju bahwa sarapan di pagi hari merupakan waktu makan yang paling penting dibanding makan siang dan makan malam.

Survei ini juga mengungkapkan bahwa mayoritas responden (88%) melakukan sarapan di rumah, dibanding dengan (5%) yang melakukannya di kantor dan tiga persen yang melakukannya di jalan menuju kantor.

"Kami bangga mengetahui bahwa mayoritas masyarakat di Asia Pasifik termasuk di Indonesia memahami pentingnya melakukan sarapan setiap harinya. Di Herbalife Nutrition, kami juga memercayai bahwa sangat banyak manfaat yang akan kita dapat jika mengkonsumsi sarapan sehat secara rutin setiap hari. Sarapan sehat dengan nutrisi yang seimbang tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kita dalam satu hari saja, namun, dalam jangka panjang. Kebiasaan baik itu dapat membantu kita menjaga sistem metabolisme tubuh agar tetap prima, kesehatan otak, serta membantu kita dalam mengelola berat badan," tutur Andam Dewi,
 
Hasil survey juga mengungkap bahwa, 7 dari 10 (71%) konsumen di Indonesia mengatakan melakukan sarapan setiap hari atau 7 hari dalam seminggu. Dengan kata lain, 29 persen mengaku melakukan sarapan tidak setiap hari dalam seminggu.

"Namun demikian dari total responden yang tidak melakukan sarapan secara rutin tiap hari, 76 persen dari mereka mengaku akan memotivasi diri untuk melakukan sarapan secara rutin," imbuh Andam Dewi.

Dipaparkan, menurut filosofi di Herbalife Nutrition, asupan kalori untuk setiap porsi makanan seharusnya mengandung 40 persen karbohidrat, 30 persen protein, 30 persen lemak serta 25 gram serat dan delapan gelas air minum untuk menjaga kesehatan tubuh.

Hambatan dalam melakukan sarapan secara rutin Survei juga mengindikasikan bahwa mayoritas dalam mengkonsumsi sarapan juga menghadapi beberapa hambatan. Tiga hambatan teratas tersebut adalah, pertama beranggapan kebutuhan kalori dapat dipenuhi nanti atau menunda sarapan (47%), sedang menjaga berat badan (22%), tidak merasa lapar di pagi hari (18%), dan keterbatasan waktu (13%).

Saat ditanya tentang apa yang dapat memotivasi untuk melakukan sarapan secara rutin setiap hari, 57 persen responden mengatakan jika menu sarapan bisa memberi energi lebih untuk memulai hari.

Sebanyak 40 persen responden mengatakan sarapan dapat berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahtaraan tubuh. 37 persen responden mengaku sarapan berupa makanan siap makan. (esy/jpnn/yos)

Berita Terkait

Penyebab Sakit Perut Usai Sarapan Pagi Ini

Sering Lupa Sarapan? Begini Risiko Penyakitnya

Manfaat Sarapan untuk Kesehatan Anda

Begini Manfaat Sarapan untuk Kesehatan
Berita Terpopuler
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  2 jam

Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Peristiwa  2 jam

18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
Politik  13 jam

Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
Infotainment  12 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber