Berita Terbaru :
Nadiem Beri Pernyataan Soal Pembukaan Sekolah di Zona Kuning
Kejati Jatim Bidik Penyelewengan Anggaran DD di Lamongan
Diberi Donatur HP, Akhirnya Wahyu Bisa Belajar Daring
Alat Cuci Tangan Dengan Sensor Infrared
Siswa Pegunugan Dapat Wifi Gratis Untuk Pelajaran
Upacara Kemerdekaan 17 Agustus di Kabupaten Madiun Dikonsep Minimalis
Pemkab Ngawi Siapkan Bantuan Rp 500 Ribu Hingga Rp 1 Juta Untuk Pelaku Usaha
Berawal Ketangkap Mencuri Ponsel Disebuah Salon, Ternyata Pelaku Juga Seorang Curanmor
Bebas Asimilasi, Bandar Narkoba Kembali Edarkan Sabu
Pandemi, Penjual Bendera Asal Bangkalan Takut Jualan Keluar Kota
Saat Pandemi Corona Permintaan Bendera Turun Drastis
Bupati Sangat Dukung Pengembangan Paralayang di Blego Parang
   

Facebook Ternyata Izinkan Pihak Ketiga Sedot Data Pengguna
Teknologi  Minggu, 22-04-2018 | 23:12 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Polri terus mendalami kasus dugaan kebocoran data pribadi pengguna Facebook di Indonesia. Setelah memeriksa bos Facebook, kini mereka menantikan hasil audit kebocoran data.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, penyidik Bareskrim telah berkomunikasi dengan pihak Facebook.

Kini pihak jejarin sosial asal Amerika Serikat itu meminta waktu untuk mengaudit permasalahan tersebut.

"Dari Facebook masih minta waktu. Nanti dipanggil kembali," kata Setyo di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (22/4).

Jenderal bintang dua ini mengungkapkan, dari pemeriksaan sementara dipastikan Facebook memang memberikan akses data pengguna kepada pihak ketiga.

Dalam penerapannya, pihak ketiga bisa menerima data si pengguna yang turut mengakses platform yang bekerja sama dengan Facebook.

"Kami mempelajari bahwa Facebook memfasilitasi pihak ketiga untuk ada di platform dia. Ketika masuk ke dalam yang kuis itu, data kita (pengguna) kesedot," kata dia.

Hal tersebut, kata Setyo, akan digali lagi ke pihak Facebook. Sejauh mana data pengguna di Indonesia yang ikut tersedot.

"Sudah sejauh mana data-data dari Indonesia, ada berapa banyak, dan penyalahgunaan seperti apa. Facebook masih minta waktu lagi," imbuhnya.

Mantan Wakabaintelkam ini juga tak bisa memastikan batas waktu yang diberikan penyidik untuk evaluasi dan audit pihak Facebook.

"Ini masalah teknis, kalau dikasih tenggat waktu itu tapi tidak tercapai kan akan lebih sulit lagi. Karena teknis, saya nggak bisa memastikan," tandasnya. (mg1/jpnn/yos)



Berita Terkait

Facebook Hapus 3,2 Miliar Akun Palsu

Facebook Tegaskan Mencuri Data Bukan Dasar Bisnisnya

Facebook Kembangkan Aplikasi Perpesanan Baru Bernama Threads

Facebook Akan Hadirkan Gim Populer ke dalam Oculus VR
Berita Terpopuler
Bebas Asimilasi, Bandar Narkoba Kembali Edarkan Sabu
Peristiwa  8 jam

Bupati Sangat Dukung Pengembangan Paralayang di Blego Parang
Politik  11 jam

Pandemi, Penjual Bendera Asal Bangkalan Takut Jualan Keluar Kota
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Saat Pandemi Corona Permintaan Bendera Turun Drastis
Ekonomi Dan Bisnis  10 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber