Berita Terbaru :
Begini Persiapan New Normal Pendidikan di Kabupaten Kediri
Pamakaman Pasien PDP Corona di Lereng Bukit Bentar
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
   

Jembatan Widang Ambruk Akibat Kelebihan Tonase
Pantura  Selasa, 17-04-2018 | 18:52 wib
Reporter : Ahmad Zainuri, Harry Saktiono
Ambrolnya jembatan widang tepat dibagian patahan sambungan jembatan, atau sekitar 20 meter bagian jembatan yang mengalami patah.?Foto: Ahmad Zainuri
Berita Video : Jembatan Widang Ambruk Akibat Kelebihan Tonase
Lamongan pojokpitu.com, Penyebab ambruknya jembatan widang Babat sisi barat, hingga kini masih diseldiki. Dugaan sementara, jembatan ambruk disebabkan kelebihan tonase.

Staf Kementerian Pekerjaan Umum Dendi menjelaskan, jembatan tersebut dibangun pada tahun 1984, saat kejadian ambrol kondidi jembatan masih dalam keadaan normal. Sehingga tidak ada tanda tanda runtuh atau patah,

"Dugaan sementara, ambrolnya jembatan widang karena keleabihan tonase saat tiga truck melintas diatas jembatan tersebut," jelas Dendi.

Ambrolnya jembatan widang tepat dibagian patahan sambungan jembatan, atau sekitar 20 meter bagian jembatan yang mengalami patah.

Akibat peristiwa ini, 3 truck tercebur kedalam sungai bengawan solo, dan 2 kendaraan sepeda motor. Petugas gabungan berhasil mengevakuasi tiga orang, yang diduga pengemudi dan pengendara sepeda motor.

3 orang tersebut bernama Mohamad Rizal, warga Sumur Genuk, diduga pengendara sepeda motor, Samsul Arif, sopir truck, warga Mojokerto.

Keduanya dirawat di Rumah Sakit Umum Dokter Soegiri Lamongan. Sedangkan korban meninggal dunia bernama Muklisin, sopir truck warga Kabupaten Gresik. (yos)

Berita Terkait

Ingat, Ada Batasnya Untuk Lewat Jembatan Widang

Hari ini, Jembatan Widang Babat Dibuka Gubernur Sukarwo

Pengoperasian Jembatan Widang-Babat Molor Dari Jadwal

Pemasangan Rambu Selesai, Jembatan Widang Siap Uji Coba
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  6 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  16 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  19 jam

Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber