Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Jefri Agustinus Angka Wijaya (30), pengusaha ikan yang dibekuk Satpolairud Polres Banyuwangi. Foto: Muhammad Iqbal
Jual Lobster Dibawah Ukuran, Pengusaha Ikan Asal Muncar Ditangkap Polisi
Selasa, 17-04-2018 | 18:34 wib
Oleh : Muhammad Iqbal, Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Banyuwangi, menangkap pengusaha ikan asal Dusun Palurejo Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar, karena menjual lobster tidak sesuai dengan ukuran yang ditentukan. Lobster-lobster asal Banyuwangi itu rencananya akan dipasok ke pulau Bali.

Dialah Jefri Agustinus Angka Wijaya (30), pengusaha ikan yang dibekuk Satpolairud Polres Banyuwangi. Penindakkan terhadap Jefri disertai bukti 133 ekor lobster, yang ditampung dalam tambak udang milik pengusaha lain yang masih satu desa dengan tersangka.

Dari 133 ekor lobster itu, 119 ekor dalam kondisi hidup dan 14 ekor telah mati. Semua lobster yang diamankan, memiliki ukuran karapas kurang dari 8 cm dan beratnya belum mencapai dari 200 gram atau 2 ons.

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman mengatakan, lobster yang ditampung Jefri didapat dari para nelayan di pantai Muncar adalah jenis mutiara, bambu dan pasir.

"Lobster-lobster undersize ini dibeli dari para nelayan seharga Rp 100.000. Ikan itu kemudian dikirim ke Bali tiap 2 minggu sekali melalui jalur darat," jelas AKBP Donny Adityawarman.

Pelaku sekali kirim bisa mencapai 20 kilogram, dalam sebulan bisa mengirim kurang lebih 40 kilogram dengan jumlah nominal uang yang menggiurkan.

Di pasaran, harga lobster dewasa bisa mencapai Rp 3 juta dalam perkilogramnya, bisnis ini diakui Jefri baru digelutinya selama 1 tahun belakangan. Kadang kala pengiriman dilakukan tiap 1 minggu sekali, itupun saat musim lobster sedang bagus.

"Usai ditampung, lobster kemudian di kirim ke Bali melalui jalur darat, tujuannya adalah pasar badung. Disana sudah ditunggu para pedagang yang biasa memasok ke hotel dan restoran," tegasnya.

Dijelaskan oleh Indah Praptiasih, penanggung jawab wilayah Balai Karantina Ikan Banyuwangi, sesuai pasal 7 Permen no. 56 tahun 2016, ukuran minimal karapas untuk lobster adalah 8 cm dan berat 2 ons. Kurang dari itu, pengepul maupun pemasoknya dapat ditindak secara hukum.

Untuk kepiting (scylla) dan rajungan (portonus pelagicus), ukuran yang boleh ditangkap harus memiliki lebar karapas 15 cm. Terkait lobster budidaya, harus mendapat izin dari instansi terkait karena proses pemiaraannya harus mendapat pengawasan ketat dari petugas.

Pasca rilis, 119 ekor lobster yang masih hidup langsung dilepasliarkan di perairan Ketapang atau di belakang markas Satpolairud. Pelepasan dilakukan petugas dari polisi perairan, Dinas Perikanan dan Kelautan Serta Balai Karantina Ikan Banyuwangi.

Sedangkan 14 ekor yang mati, dibawa oleh petugas Balai Karantina Ikan Banyuwangi untuk dimusnahkan. (yos)

Berita Terkait


Jual Lobster Dibawah Ukuran, Pengusaha Ikan Asal Muncar Ditangkap Polisi

Terdakwa Kasus Penjualan Bibit Lobster Divonis Satu Tahun 6 Bulan

Polres Trenggalek Berhasil Menangkap Penyalur Bibit Lobster

Kali Kedua Dalam Minggu Ini, Penyelundupan Bibit Lobster Digagalkan


Ribuan Bibit Lobster Hasil Tangkapan Dilepas di Pantai Popoh
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber