Berita Terbaru :
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah 7 Orang, 2 Di Antaranya Ibu Yang Melahirkan
Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Ratusan Kentongan Disiagakan Untuk Halau Warga Nekat Masuk Desa
Saat Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?
Demi Bertahan Hidup, Nissan Terpaksa Setop Produksi 14 Model
Ketua DPRD Bojonegoro Tanggapi Polemik Kenaikan Tunjangan
Masih Ada 74 Perawat di Jatim Terpapar Covid 19
Hadapi New Normal, Begini Langkah PT KAI Daop 7
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan
Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
   

Dicecar Senat, Bos Facebook Berkali-kali Minta Maaf
Peristiwa  Kamis, 12-04-2018 | 23:15 wib
Reporter :
Washington pojokpitu.com, Bos Facebook Mark Zuckerberg berkali-kali meminta maaf di hadapan Senat Amerika Serikat dalam hearing terkait kasus pembobolan data jutaan user, Selasa (10/4). Pada kesempatan itu dia diinterogasi selama lima jam.

Facebook mengakui, informasi pribadi 87 juta pengguna telah diakses tanpa izin. Zuckerberg juga mengakui, perusahaannya bekerja sama dengan orang nomor satu di Special Counsel, Robert Mueller dalam upaya investigasi tentang campur tangan Rusia di Pemilu Presiden 2016.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (11/4), ketika ditanya oleh Senator Demokrat, Patrick Leahy apakah Facebook telah menerima panggilan dari pengadilan untuk penasihat khusus, Zuckerberg menjawab "ya".

Lalu ia mengklarifikasi, "Saya sebenarnya tidak mengetahui panggilan pengadilan. Saya sadar bahwa mungkin ada, tetapi kami bekerja dengan mereka," jawabnya. Ketika ditanya apakah karyawannya telah diwawancarai, dia juga mengiyakan.

"Saya ingin berhati-hati di sini karena pekerjaan kami dengan penasihat khusus bersifat rahasia dan saya ingin memastikan bahwa dalam sesi terbuka saya tidak mengungkapkan sesuatu yang bersifat rahasia," tambah Zuckerberg.

Kehadirannya pada sidang Komite Senat dan Kehakiman menandai pertama kalinya Zuckerberg telah bersaksi di depan Kongres AS.

Dengar pendapat itu terjadi hampir sebulan setelah berita Cambridge Analytica, sebuah perusahaan data yang memiliki hubungan dengan kampanye Presiden Donald Trump, mengakses informasi dari sebanyak 87 juta pengguna Facebook tanpa sepengetahuan mereka.

Facebook sebelumnya mengatakan bahwa pada 2017 berbagi konten dan informasi lebih dari 3 ribu iklan yang dijualnya ke akun-akun terkait Rusia dengan Mueller.

Setelah hampir lima jam interogasi oleh 44 senator AS, Zuckerberg mengulangi permintaan maaf yang dia buat sebelumnya untuk berbagai masalah yang telah dialami Facebook.

Masalah tersebut mulai dari kurangnya perlindungan data kepada agen Rusia yang menggunakan Facebook untuk memengaruhi pemilihan AS.

Namun pria berusia 33 tahun itu berhasil menangkis janji-janji spesifik untuk mendukung peraturan Kongres dari jaringan media sosial terbesar di dunia dan perusahaan internet AS lainnya. (ina/ce1/iml/trz/JPC/end)

Berita Terkait

Dicecar Senat, Bos Facebook Berkali-kali Minta Maaf
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  15 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  15 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Malang Raya  5 jam

Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Metropolis  14 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber