Berita Terbaru :
Lestarikan Sumber Mata Air, Bupati Bojonegoro Bersama Forkopimda dan Masyarakat Kerja Bakti
Razia Warung Remang-Remang, Amankan Terduga PSK
Satu Pedagang Meninggal Covid, Ratusan Warga Dirapid
Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolinggo
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
   

Geliat Napi Dibalik Jeruji Besi, Sulap Sampah Kertas Jadi Guci
Rehat  Senin, 09-04-2018 | 21:17 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Warga Binaan Lapas diberi pelatihan sesuai dengan bidang mereka, salah satunya menyulap sampah kertas menjadi barang dengan nilai ekonomis tinggi. Foto Mubarok
Berita Video : Geliat Napi Dibalik Jeruji Besi, Sulap Sampah Kertas Jadi Guci
Tuban pojokpitu.com, Menjadi narapida tidak menjadikan halangan bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan di Kabupaten Tuban untuk berkreasi.

Kreatifitas, warga Binaan Pemasyarakatan, Kelas 2B Kabupaten Tuban. Lewat bimbingan dari petugas Lapas, warga binaan dilatih untuk menciptakan hasta karya, yang mana karya tersebut dapat memiliki nilai jual. Sehingga nantinya setelah melawati masa tahanan, dapat menjadi usaha dan mendapatkan hasil.
 
Warga binaan dilatih sesuai bidangnya,  seperti pertukangan menjahit, elektronik, maupun, kreatifitas, yang memanfaatkan limbah, atau barang bekas. Salah satunya adalah, pembuatan celengan, dalam bentuk guci naga, yang terbuat dari, kardus yang di campur dengan tepung kanji, yang di rendam selama sehari semalem, baru di proses cetak.
 
Setelah semua bahan siap, maka proses pembuatan celengan guci naga pun. Langkah pertama, di mulai dengan mencetak, bagian bawah, tenggah, lalu atas, setelah semua tahapan jadi maka baru di rakit, serta membentuk ular naga, yang mengelilingi guci.
 
Menurut Subiyanto Kasi Pembinaan Nara Pidana Dan Anak Didik Lapas Kelas 2Tuban, butuh ketelatenan yang luar biasa untuk dapat menyelesaikan guci tersebut. Untuk satu guci yang dihargai Rp 400 ribu. Membutuhkan kardus enam buah, yang dikerjakan 2 orang warga binaan, dengan waktu paling cepat 2 minggu, itupun bila cuaca bagus.
 
Pembinaan ini, untuk mempersiapkan mereka, saat nanti mereka keluar dari masa tahanan. Agar warga binaan ini dapat bekerja sesuai keahlian. Sehingga tidak melakukan hal yang bertentangan dengan hukum yang ada.
 
Hasil karya, para warga binaan setelah jadi akan di tawarkan pada saat jam berkunjung keluarga,atau pun melayani pesanan. Sehingga denga terjualnya hasil karya, warga binaan ini, dapat memberikan kepercayaan pada warga binaan, untuk bisa terus berkreasi. (pul)

Berita Terkait

Reza Rahadian Belajar 7 Trik Sulap demi Abracadabra

Peringatan Hari Teater, Pesulap Surabaya Atraksi Sukai 24 Jam di 3 Negara

Peringatan Hari Teater Dunia, Pesulap Surabaya Gelar Atraksi dalam 24 Jam di Tiga Negara

Geliat Napi Dibalik Jeruji Besi, Sulap Sampah Kertas Jadi Guci
Berita Terpopuler
Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  5 jam

Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolingg...selanjutnya
Mlaku - Mlaku  3 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber