Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sosok 

Keseharian pasangan keluarga miskin, yang hidup sebagai pemulung di Kabupaten Tuban. Foto Mubarok
Kasihan, Keluarga Pemulung Ini Hidup Terlunta-Lunta
Senin, 09-04-2018 | 20:09 wib
Oleh : Khusni Mubarok
Berita Video : Kasihan, Keluarga Pemulung Ini Hidup Terlunta-Lunta
Tuban pojokpitu.com, Satu keluarga di Tuban terpaksa harus mengais rejeki dari bak sampah. Setiap harinya, bapak dan ibu beserta dua anaknya ini, mencari barang bekas untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Adalah keluarga Wasimin beserta sang istri dan kedua anaknya, yang masih berusia 9 tahun dan 3,5 tahun ini, mencari rejeki dari tumpukan sampah. Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan keperluan sekolah anaknya.

Wasimin sering mengajak ke 2 buah hatinya untuk ikut memulung sampah hingga larut malam. Karena tidak ada yang menemani anaknya jika berada di rumah.
 
Setiap hari, Wasimen bersama istri serta anaknya berangkat menuju lokasi pembuangan sampah, setelah anaknya pulang sekolah dan mengaji. Tiba di lokasi bak sampah, keluarga Wasimen langsung memilih dan memilah sampah yang dibuang oleh warga sekitar.
 
Sebagai tempat beristirahat kedua buah hatinya, Wasimin juga mendirikan gubuk kecil beralaskan plastik, tanpa dinding dan beratapkan kain bekas. Gubuk ini dirikan untuk tempat beristirahat dan anaknya belajar di dekat bak sampah Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban.
 
Tidak jarang anak Wasimin, yang masih duduk di kelas 3 sekolah dasar ini, ikut membantu orang tuanya memungut sampah. Ia juga ikut menjaga adiknya yang masih berusia 3,5 tahun.
 
Wasimen dan Wanti merupakan warga Desa, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sudah memulung sekitar 12 tahun. "Dipungut sampah dari perumahan serta bak sampah, setelah dipilah ia dijual ke pengepul dengan harga bekisar Rp 800 hingga Rp 2.500 perkilo," kata Wanti.

Dalam sehari, keluarga ini bisa membawa pulang Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu. Namun terkadang, mereka juga harus pulang dengan tanggan hampa. Karena di bak sampah sudah tidak ada sampah yang memiliki nilai jual.

Berita Terkait


Kasihan, Keluarga Pemulung Ini Hidup Terlunta-Lunta

Tekad Seorang Pemulung Berangkat Umroh, Akhirnya Tercapai

Demi Ingin Jadi Dokter, Gadis Cilik Ini Tak Malu Jadi Pemulung


Mr X Bukan Gelandangan, Melainkan Pemulung Sumberpucung Bernama Sarip

Pemulung Tewas di Pasar Atom Bikin Geger Warga

Tekad Seorang Pemulung Berangkat Umroh, Akhirnya Tercapai

Demi Ingin Jadi Dokter, Gadis Cilik Ini Tak Malu Jadi Pemulung
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber