Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Petugas Gabungan Lepasliarkan Baby Lobster Pulau Gili Ketapang
Kamis, 05-04-2018 | 11:30 wib
Oleh : Farid Fahlevi
Berita Video : Petugas Gabungan Lepasliarkan Baby Lobster Pulau Gili Ketapang
Probolinggo pojokpitu.com, Petugas gabungan, dari balai karantina ikan pengendalian mutu kelas 1 Surabaya dan satuan polisi air, kembali melepasliarkan ratusan bibit lobster di perairan Pulau Gili Ketapang Probolinggo. Ratusan baby lobster jenis pasir dan mutiara tersebut, merupakan hasil penangkapan dari pelaku penyelundupan jaringan luar negeri.

Sedikitnya terdapat 544 baby lobster jenis mutiara dan pasir dilepasliarkan oleh petugas gabungan dari tim balai karantina ikan pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan kelas 1 Surabaya, Ditpolair Polda Jatim dan BPSPL wilayah kerja Surabaya. Pelepasan di perairan probolinggo dilakukan berdasarkan habitat, dengan kondisi laut yang berbatu karang.

Petugas penegakan hukum, Polair Polda Jatim, berhasil menyita 554 ekor baby lobster bernama latin, panulirus spp. Pelaku bernama Supardian (41) warga Tulungagung. Pada saat itu, pelaku sedang menuju jalur selatan, jalan raya Tulungagung yang hendak menuju Trenggalek, Minggu 1 April lalu.

Pelaku tertangkap tangan saat hendak menyelundupkan baby lobster ke tengkulak. Rencananya baby lobster tersebut akan diselundupkan lewat jalur laut, menuju luar negeri.

Untuk 1 ekor bibit lobster di tingkat lokal dijual, sekitar Rp 27 ribu-Rp 30 ribu per-ekor. Sedangkan, jika telah diselundupkan ke luar negeri per ekornya bisa mencapai Rp 200 ribu. Dari 4 ribu bibit lobster tersebut, negara dapat dirugikan hingga Rp 500 juta, jika penjualannya dilakukan secara ilegal.

Menurut petugas BKIPM Surabaya 1, Fathur Rahman mengatakan, untuk lobster jenis pasir dan mutiara ini, sangat mahal harganya. "Lobster jenis ini di negara vietnam sangat laris manis," kata Fathur.

Dalam aturan kementrian kelautan dan perikanan disebutkan, bahwa penangkapan atau pengeluaran lobster di wilayah NKRI, hanya dapat dilakukan dengan ketentuan tidak bertelur. Berat lobster tersebut diperkirakan mencapai diatas 200 gr perekornya.

Penyelundupan bibit lobster ini, melanggar pasal 88 dan 92 undang-undang nomor 45 tahun 2009. Serta peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor 56 tahun 2016 tentang perikanan. (PUL)

Berita Terkait


Balai Karantina Ikan Lepasliarkan 5.806 Ekor Baby Lobster Selundupan

Petugas Keamanan Juanda Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster

Polres Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Lobster Asal Lombok

Puluhan Ribu Baby Lobster Diamankan Kepolisian Banyuwangi


Puluhan Baby Lobster Dilepasliarkan, Hasil Tangkapan Ditkrimsus Polda Jatim

Jual Lobster Dibawah Ukuran, Pengusaha Ikan Asal Muncar Ditangkap Polisi

Petugas Gabungan Lepasliarkan Baby Lobster Pulau Gili Ketapang

Polisi Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Baby Lobster
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber