Berita Terbaru :
Tim Gugus Tugas Covid-19 Rapid Test Keluarga PDP
Sebar Berita Hoax, Seorang Warga Tertangkap Polisi
Pasca Libur, Pemohon SIM di Polresta Sidoarjo Membludak
ASN Jatuh ke Jurang Saat Potong Pohon Jati
Salah Paham Suara Motor, Seorang Pemuda Dikeroyok
Seorang Warga Negatif Dari Covid 19 Setelah Menjalani Test Poliymerase Chain Reaction
Anggaran 40 M Alokasikan Pemkab Madiun Untuk Penanganan Covid-19
Viral Tim Medis Ber-APD Evakuasi Orang Terlantar Tak Beridentitas Pingsan
Kades Minta Pemkab Nganjuk Memperlakukan Khusus Ratusan Warga Berstatus OTG
Perbaiki Atap, Seorang Pekerja Tersengat Listrik
Antisipasi Aksi Borong Waspada Covid 19, Petugas Operasi Pasar
Mengaku Rugi Rp 2,3 Miliar, Arema Fc Akan Berlatih 1 Juni
Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Terhambat Status Keadaan Darurat, DPRD Tunda Sidang Pembahasan LPKJ
Hadang Penyebaran Covid 19 Warga Berlakukan Satu Pintu Masuk
   

Bamsoet: Sebagai Muslim Saya Juga Tersinggung Puisi Sukmawati
Politik  Rabu, 04-04-2018 | 13:29 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com, Ketua DPR Bambang Soesatyo meyakini bahwa puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul Ibu Indonesia bukan suara dari keluarga Presiden RI Pertama Soekarno.

"Saya yakin itu bukan suara dari keluarga Bung Karno. Itu adalah pribadinya Bu Sukma," kata Bamsoet di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/4).

Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) yang karib disapa Bamsoet ini mengaku tidak tahu apa motivasi Sukmawati membuat dan membacakan puisi tersebut. Namun yang pasti, Bamsoet berpandangan bahwa ketika mencampuradukkan agama dan kebudayaan itu sangat keliru.

"Tidak boleh. Apalagi kemudian menilai suatu ajaran agama dalam bentuk puisinya, itu sangat menyinggung sekali," ungkap Bamsoet.

Dia menyesalkan Sukma sebagai tokoh tidak menunjukkan panutan, di mana Indonesia hidup dalam keberagaman agama dan saling menghormati di antara ajaran agama. "Menurut saya yang terbaik sekarang Bu Sukma meminta maaf," katanya.

Terkait adanya rencana aksi salah satu kelompok masyarakat, Bamsoet mengatakan DPR memahami apa pun reaksi yang timbul atas puisi tersebut. "Saya juga sebagai muslim tersinggung mengenai puisi itu," tegasnya.

Namun, Bamsoet berharap, bentuk protes yang dilakukan nanti adalah yang baik, santun, tidak merusak dan membua gaduh dalam kehidupan kebangsaan.

Dia pun menilai bahwa pelaporan ke polisi adalah jalan yang paling tepat supaya dilakukan penyidikan apakah ada unsur kesengajaan dari Sukma terkait puisi tersebut.

"Tetapi bahwa itu melukai suatu kelompok, iya, tetapi justru kami ingin Bu Sukma dengan lapang dada meminta maaf atas kekeliruannya kemudian meralat itu, selesai," pungkasnya. (boy/jpnn/pul)

Berita Terkait

Hari Puisi Sedunia, Ghibah Puisi Untuk Curhat ala Perempuan

Siswa SMA se-Jatim Mengenal Budaya Lokal Lewat Musikalisasi Puisi

Gus Abid Tegaskan Ketum Ansor Minta Laporan Puisi Sukmawati Dicabut

Meski Telah Minta Maaf, Aliansi Pembela Islam Tetap Laporkan Sukmawati ke Polda Jatim
Berita Terpopuler
Jelang Puasa dan Dampak Corona, Harga Daging Naik
Ekonomi Dan Bisnis  12 jam

Aplikasi Ini Tawarkan Gratis Kuota Selama di Rumah Saja
Teknologi  17 jam

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Peristiwa  4 jam

FK Unair Sumbang Washable Hazmat ke RSUD dr Soetomo
Metropolis  13 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber