Berita Terbaru :
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Sidak Protokol Kesehatan di Pasar Hewan, Puluhan Pembeli dan Penjual Dirapid Test
Kantor Bank Jatim Cabang Bojonegoro Tutup 3 Hari Akibat Pegawai Positif Covid -19
Tuntut Ganti Rugi, Pemilik Kios Pasar Baru Lurug Pemkab
Satu Guru Terpapar Covid-19, SMKN 1 Bojonegoro Kembali Belajar Daring
Kenalan di Medsos, Kakek Satu Cucu Perkosa Pelajar di Rumahnya Sendiri
Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
   

Bamsoet: Sebagai Muslim Saya Juga Tersinggung Puisi Sukmawati
Politik  Rabu, 04-04-2018 | 13:29 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com, Ketua DPR Bambang Soesatyo meyakini bahwa puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul Ibu Indonesia bukan suara dari keluarga Presiden RI Pertama Soekarno.

"Saya yakin itu bukan suara dari keluarga Bung Karno. Itu adalah pribadinya Bu Sukma," kata Bamsoet di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/4).

Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) yang karib disapa Bamsoet ini mengaku tidak tahu apa motivasi Sukmawati membuat dan membacakan puisi tersebut. Namun yang pasti, Bamsoet berpandangan bahwa ketika mencampuradukkan agama dan kebudayaan itu sangat keliru.

"Tidak boleh. Apalagi kemudian menilai suatu ajaran agama dalam bentuk puisinya, itu sangat menyinggung sekali," ungkap Bamsoet.

Dia menyesalkan Sukma sebagai tokoh tidak menunjukkan panutan, di mana Indonesia hidup dalam keberagaman agama dan saling menghormati di antara ajaran agama. "Menurut saya yang terbaik sekarang Bu Sukma meminta maaf," katanya.

Terkait adanya rencana aksi salah satu kelompok masyarakat, Bamsoet mengatakan DPR memahami apa pun reaksi yang timbul atas puisi tersebut. "Saya juga sebagai muslim tersinggung mengenai puisi itu," tegasnya.

Namun, Bamsoet berharap, bentuk protes yang dilakukan nanti adalah yang baik, santun, tidak merusak dan membua gaduh dalam kehidupan kebangsaan.

Dia pun menilai bahwa pelaporan ke polisi adalah jalan yang paling tepat supaya dilakukan penyidikan apakah ada unsur kesengajaan dari Sukma terkait puisi tersebut.

"Tetapi bahwa itu melukai suatu kelompok, iya, tetapi justru kami ingin Bu Sukma dengan lapang dada meminta maaf atas kekeliruannya kemudian meralat itu, selesai," pungkasnya. (boy/jpnn/pul)

Berita Terkait

Hari Puisi Sedunia, Ghibah Puisi Untuk Curhat ala Perempuan

Siswa SMA se-Jatim Mengenal Budaya Lokal Lewat Musikalisasi Puisi

Gus Abid Tegaskan Ketum Ansor Minta Laporan Puisi Sukmawati Dicabut

Meski Telah Minta Maaf, Aliansi Pembela Islam Tetap Laporkan Sukmawati ke Polda Jatim
Berita Terpopuler
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  5 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  6 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  16 jam

Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber