Berita Terbaru :
Daop 9 Batalkan Perjalanan Dua Kereta Api, Sampai Lebaran Ratusan Tiket Dibatalkan
Antisipasi Kedatangan Pemudik Polres Mojokerto Dirikan Posko Screening di Gerbang Tol Sumo
12 Warga Lamongan Positif Corona
Lima Pasien Positif Covid-19 Sembuh, Lainnya Membaik
Akses Keluar Masuk Desa Diperketat Secara Mandiri
Diapit Wilayah Zona Merah Bupati Dirikan Check Point di Tiga Pintu Masuk
Rumah Khusus Penampungan Warga Status ODR
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Physical Distancing Tutup Jalur Penarukan-Malang Guna Memutus Rantai Penyebaran Virus Korona
Tim Medis Periksa Seluruh Perangkat Desa Geger
Petugas Bubarkan Kerumunan dan Pemuda Pesta Miras
Polisi Patroli dan Bubarkan Warga yang Nongkrong di Warkop
Hindari Kawasan Merah Covid-19, TKI dan Santri Mudik, Penumpang Kapal Membludak
Gubernur Jatim Khofifah Minta Tambahan Kuota Baju APD Kualitas Premium
Tim Gugus Tugas Covid-19 Periksa Kesehatan Pendatang di Exit Tol Ngawi
   

Umat Hindu Blitar Menggelar Ritual Tawur Kesanga dan Arak Ogoh-Ogoh
Mataraman  Jum'at, 16-03-2018 | 18:26 wib
Reporter : Moch. Asrofi
Warga Blitar mengarak ogoh-ogoh untuk menyambut nyepi. Foto Moch. Asrofi
Blitar pojokpitu.com, Ratusan umat Hindu di Blitar, menggelar ritual tawur agung untuk menyambut hari raya nyepi 1940 saka. Ritual ini digelar sebagai bentuk pengorbanan suci manusia kepada sang yang widhi yang telah memberikan anugerah hidup.

Dalam acara ini, juga diarak berbagai bentuk ogoh ogoh, yang menggambarkan tokoh-tokoh jahat yang harus dimusnahkan. Bertempat di Kelurahan Wlingi Kabupaten Blitar, acara tawur kesanga dan pawai ogoh-ogoh yang diikuti oleh ratusan umat hindu digelar.

Mereka juga membawa berbagai macam ogoh ogoh berbentuk raksasa, yang menggambarkan tokoh-tokoh jahat. seperti raksasa sedang memegang botol minuman.

Semua ogoh ogoh ini sebagai lambang hawa nafsu dan energi negatif, yang selalu merusak tatanan hidup manusia, hingga dapat mengakibatkan peperangan, bencana alam , yang akhirnya menyengsarakan kehidupan manusia.

Selanjutnya ogoh ogoh yang dibawa ratusan umat hindu tersebut, diarak keliling Kelurahan Wlingi. Tak pelak, pawai ogoh ogoh tersebut menjadi tontonan warga sekitar.

Ketua panitia Lestari mengaku, ritual ini bertujuan untuk membersihkan diri sebelum melakukan brata nyepi, yang akan dimulai pada nanti malam hingga esok hari. Selanjutnya, puluhan ogoh ogoh raksasa akan diarak keliling Wlingi dan dimusnahkan, sebagai bentuk musnahnya energi jahat menjelang hari raya nyepi.

"Tawur kesanga sendiri berarti upacara bhuta yadnya yang memiliki arti pembersihan diri dari segala bentuk nafsu, angkara murka , yang selama ini masih melekat di dalam diri manusia, bisa sirna dan kembali dalam kesucian batin, juga sebagai bentuk penyucian bumi" jelas Lestari.

Dilanjutkan Lestari, karena bumi merupakan tempat umat manusia hidup. Diharapkan, manusia mampu menjaga bumi beserta ekosistemnya agar terhindar dari segala marabahaya.

Bupati Blitar Rijanto mengatakan, acara tawur kesanga ini adalah ritual yang dilakukan umat hindu sebelum pelaksanaan hari raya nyepi.

"Acara tawur kesanga ini, selain menjadi ritual umat hindu juga bisa dikemas untuk menarik wisatan," jelas Rijanto.

Umat hindu berharap pada hari raya nyepi kali ini, semua elemen masyarakat hindu dan elemen masyarakat lainnya bisa berinteropeksi diri dan kembali pada kesucian batin yang hakiki. (yos)

Berita Terkait

Umat Hindu Suku Tengger Menggelar Tapa Brata Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi Tiadakan Tawur Agung

Potensi Pawai Ogoh-Ogoh, Agenda Pariwisata Tahunan

Umat Hindu Rayakan Tahun Baru Dengan Ritual Ngembak Geni
Berita Terpopuler
5,9 Juta Pelanggan Listrik di Jawa Timur Akan Dapatkan Keringanan Pembayaran
Metropolis  6 jam

Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Metropolis  2 jam

Pendapatan Makin Menurun, Tukang Becak Makin Terdesak Kebutuhan Hidup
Peristiwa  8 jam

Physical Distancing Tutup Jalur Penarukan-Malang Guna Memutus Rantai Penyebaran ...selanjutnya
Malang Raya  3 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan

Gencar Tracking, Pasca Dipastikan Positif Covid 19 di Kecamatan Geger
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber