Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Deklarasi menolak berita hoax dengan sejumlah tokoh di Malang. Foto Khaerul Anwar
Polres Malang Bersama Forpimda Deklarasi Tangkal Hoax
Selasa, 13-03-2018 | 15:10 wib
Oleh : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Masih maraknya penyerangan ulama dilakukan oleh orang yang diduga mengalami gangguan jiwa, mendapatkan perhatian kepolisian dan instansi lainnya. Serta banyaknya berita hoax, ujaran kebencian dan isu SARA yang merebak di media sosial, juga perlu diantisipasi oleh masyarakat.

Melihat fenomena tersebut, bertempat di Mapolres Malang digelar deklarasi anti berita hoax. Diikuti ratusan instansi dan pengurus pondok pesantren yang ada di Kabupaten Malang.

Menurut Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, kegiatan ini guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Malang. Pihaknya terus mendatangkan pemuka agama serta instansi yang mendukung pemberantasan berita hoax.

Seperti yang terjadi dibeberapa wilayah, dengan adanya aksi penyerangan ulama kepada orang yang mengalami gangguan jiwa. Hingga berujung main hakim sendiri oleh santri pondok pesantren yang merasa terancam dengan gangguan orang gila oleh kyainya.

Ditambahkan AKBP Yade Setiawan Ujung, Hal itu disulut atas berita-berita tidak benar yang disebar dimedia sosial, dan mempengaruhi masyarakat, dengan aksi sweeping terhadap orang gila yang benar-benar mengidap gangguan jiwa.

"Terdapat 46 beirta hoax terkait adanya penyerangan ulama oleh orang yang mengalami gangguan jiwa, hanya 4 dinyatakan benar-benar gila," jelas AKBP Yade Setiawan Ujung.

Adanya isu orang gila yang menyerang ulama juga dikaitkan dengan masuknya PKI di Malang, juga tidak terbukti dengan dicekalnya penyebar isu hoax. Ternyata ia hanya meneruskan info dari luar yang tidak diketahui identitasnya.

Diskusi dengan Rektor Universitas Raden Rahmad Malang, juga digelar bersama Kapolres Malang, guna memberikan wawasan juga akan bahayanya berita hoax yang tidak bisa disaring masyarakat dan gampang terpengaruh. (yos)

Berita Terkait


Produk Jurnalistik Yang Baik itu Bukan Hoax dan Melanggar UU ITE

Ditetapkan Tersangka Kasus Hoax, Aktivis Antikorupsi Praperadilankan Polres Blitar

Sebar Berita Palsu Ancaman Penculikan Anak, Ibu Muda Diperiksa Polisi

Kunjungi Pondok Pesantren di Jawa Timur, Kapolda Himbau Pimpinan Ponpes Waspada Hoax


Surat Pemagilan Bupati Blitar dan Kapolri Hoax

Santri Harus Melek Informasi Agar Tidak Menjadi Korban Berita Hoax

Momenteum HSN, Santri Diajak Perangi Intoleransi dan Hoax

Tekan Berita Hoax, Polres Lumajang Kumpulkan FKUB
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber