Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Ikut ISIS atau Rezim Assad, Tetap Dihajar Bom
Senin, 12-03-2018 | 14:54 wib
Oleh :
GHOUTA pojokpitu.com, Warga Afrin bukan satu-satunya yang menderita karena perang di Syria. Penduduk Eastern Ghouta sampai hari ini masih diteror serangan udara pasukan Syria dan Rusia.

Kemarin, Minggu (11/3), saat PBB menyatakan bahwa jumlah korban tewas di kawasan itu sudah mencapai 1.099 jiwa, muncul laporan baru tentang pemakaian senjata kimia oleh rezim Presiden Bashar Al Assad.

"Pasukan pemerintah melancarkan serangan gas di Arbin," kata Abdelmalik Aboud, aktivis oposisi di Douma, kepada Al Jazeera.

Serangan gas beracun itu, kabarnya, dilancarkan saat malam. Tepatnya pada Rabu malam (7/3). Namun, laporan tersebut baru muncul kemarin, setelah tim medis mengonfirmasikan gejala serangan gas beracun kepada para korban.

Syrian Civil Defence alias White Helmets melaporkan bahwa selain gas klorin, pasukan Assad menembakkan bom fosfor dan bom paku di Arbin.

Saat ini sebagian besar Eastern Ghouta sudah jatuh ke tangan pasukan pemerintah. Sabtu (10/3), pasukan Assad yang dibekingi militer Rusia berhasil merebut Mesraba, distrik yang areanya paling luas di Eastern Ghouta.

Selain Mesraba, pasukan Syria menguasai Douma dan Harasta. Akibatnya, wilayah di sekitarnya terisolasi. Bantuan kemanusiaan dari PBB pun, menurut BBC, tidak bisa masuk. (hep/c7/pri/jpnn/pul)

Berita Terkait


Keseimbangan Ekspor Impor Jaga Stabilitas Ekonomi Indonesia

BPBD Magetan: Ada 2.500 Jiwa Korban Krisis Air Bersih

Krisis Air Bersih di Kabupaten Magetan Makin Meluas

27 Desa Masih Dilanda Krisis Air Bersih


Kekeringan Meluas, Warga 33 Desa di Tuban Krisis Air Bersih

27 Desa Masih Dilanda Krisis Air Bersih

Krisis Air Bersih Meluas, BPBD Terkendala Mobil Tangki

Krisis Ekonomi Rasa Perang Sipil di Venezuela
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber