Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Umat Hindu Gelar Tradisi Larung Sesaji dalam Upacara Melasti
Senin, 12-03-2018 | 02:15 wib
Oleh : Achamd Syarwani
Berita Video : Umat Hindu Gelar Tradisi Larung Sesaji dalam Upacara Melasti
Nganjuk pojokpitu.com, Menjelang hari raya Nyepi tahun 2016, ratusan umat Hindu di Nganjuk menggelar tradisi larung sesaji di lereng Gunung Wilis atau di bawah air terjun Roro Kuning, Kabupaten Nganjuk. Tradisi sebagai bagian dari upacara Melasti ini ditandai dengan membuang berbagai hasil bumi serta ternak ke aliran air terjun, sehingga diperebutkan oleh warga.

Ritual yang menjadi rangkaian upacara Melasti ini dimulai dengan iring - iringan sejumlah makanan dan sesaji dari pure menuju air terjun Roro Kuning di Desa Bajulan Kecamatan Loveret Nganjuk.

Usai berada di tempat persembahyangan, ribuan umat Hindu di lereng Gunung Wilis, Nganjuk, guna melakukan doa dilanjutkan dengan tari tarian dari tujuh putri.

Dalam ritual ini, mereka berharap agar selalu diberi keselamatan, sekaligus kemampuan untuk menjalani upacara rutin dalam menyambut tahun baru saka atau yang biasa dikenal dengan hari raya Nyepi yang jatuh tepat pada tanggal 9 Maret 2016.

"Selain upacara Melasti, dalam menyambut tahun baru saka, ada 3 rangkaian lainnya, yakni ritual Tawur Kesanga sebagai persembahan pada alam, yang bertujuan untuk menyeimbangkan dan mentralisir kekuatan alam," papar Mengku Damri, selaku pemimpin acara.

Kemudian Tapa Brata atau penyepian yang berarti adalah hari raya Nyepi dengan mematikan 4 hal, seperti amati geni (tidak menyalakan api), amati lelungan (tidak bepergian), amati karya (tidak melakukan aktifitas dan amati lelanguan( tidak mabuk-mabukkan), dan yang terakhir adalah Dharma Santi dimana umat Hindu dapat melaksanakan aktifitas hidupnya dengan penuh keseimbangan dan normal kembali, terangnya.

Dalam prosesi ini, seluruh sesaji, termasuk berbagai jenis hasil bumi dan hewan ternak dibuang di sungai, seperti makna Melasti yang bertujuan untuk melenyapkan seluruh penderitaan masyarakat.

Ratusan warga yang sudah menunggu di lokasi, langsung berebut seesaji berbagai hasil bumi dan hewan ternak, seperti ayam, itik dan burung dara.

Bahkan anak - anak nekat terjun ke sungai. Tidak hanya orang dewasa, anak - anak juga ikut berenang untuk berebut ayam dan itik.

Usai berebut, ratusan warga dari berbagai desa di Kabpaten Nganjuk, meninggalkan lokasi acara larung. Diharapkan dengan larung ini bisa memberikan manfaat kepada orang lain dan membawa berkah.(end)

Berita Terkait


Umat Hindu Gelar Tradisi Larung Sesaji dalam Upacara Melasti

Pawai Perahu Tradisional Iringi Larung Sesaji di Laut Jawa

Nelayan Tuban Larung Saji, Bentuk Rasa Syukur Atas Hasil Laut

Warga Pesisir Puger Jember Gelar Larung Sesaji


Ribuan Warga Ramaikan Larung Sesaji Kepala Kerbau

1 Muharram, Ratusan Nelayan Blitar Gelar Larung Sesaji

Sedekah Bumi, Warga Gelar Larung Sesaji di Sendang Rambut Monte

Larung Sesaji, Warga Berebut Kepala Kerbau di Sungai Brantas
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber