Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Menaker Hanif Dhakiri: Inovasi Atau Mati!
Minggu, 11-03-2018 | 09:10 wib
Oleh :
pojokpitu.com, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mendorong para pelaku industri menciptakan industrial transformation strategy untuk menghadapi perkembangan zaman.

Ketidaksiapan dalam menyiapkan strategi transformasi dinilai akan membuat industri terjebak pada persoalan industrial shock dan manpower shock.

"Kalau kita lambat mengantisipasi, kita akan ditinggal oleh negara-negara lain," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri saat mengisi kuliah umum di STT Rahmat Emmanuel, Jakarta Utara, Jumat (9/3).

Dalam bidang ketenagakerjaan, perkembangan zaman pada era industri 4.0 saat ini turut mengubah model bisnis di dunia industri. Akibatnya, karakter pekerjaan pun berubah.

Menurut Hanif, perubahan karakter pekerjaan itu menuntut keterampilan yang berubah. Oleh karena itu, dunia industri juga harus melakukan investasi sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu strategi untuk menghadapi perubahan.

"Industri harus memimpin dalam investasi sumber daya manusia itu," ujar Hanif.

Dalam mempersiapkan investasi SDM, Kemenaker menekankan empat hal untuk diperhatikan. Pertama, tentang kualitas SDM. "Kualitas SDM di sini adalah dia harus demand driven," kata Hanif.

Kualitas SDM sendiri tidak hanya berbentuk keterampilan. Kualitas SDM harus mencakup hard skill dan juga soft skill. Artinya, SDM yang berdaya saing tidak dicukupkan pada penguasaan kompetensi. Namun, jauh lebih penting harus memiliki karakter yang kuat.
"Itu merupakan salah satu basis utama. Jadi, karakternya harus kuat," lanjut Hanif.

Kedua, investasi SDM juga harus memperhatikan sisi jumlah. Oleh karena itu, perlu adanya upaya menciptakan SDM kompeten secara masif.

Ketiga adalah lokasi. Menurut Hanif, Indonesia memiliki banyak SDM yang kompeten. Namun, persebaran sumber daya tersebut kurang merata. "Sehingga ketika investasi ke daerah-daerah hal ini menjadi lamban," kata Hanif.

Untuk itu, dia berharap investor yang ingin investasi ke daerah juga melakukan investasi SDM. Dengan demikian, kebutuhan akan SDM kompeten di daerah dapat terpenuhi.

Keempat, investasi SDM harus didukung sikap responsif terhadap perubahan. Salah satunya dengan melakukan inovasi.

"Kalau dulu merdeka atau mati, sekarang inovasi atau mati," ujar Hanif.(jpnn/end)



Berita Terkait


Tekan Angka Pengangguran, Pemerintah Kota Kediri Gelar Pameran Bursa Kerja

Seketaris BNP2 TKI Buka Acara Penyelenggaraan Upgrading Skils

Dewan Minta Revitalisasi BLK Untuk Peningkatan Skill Tenaga Kerja

Komisi E Desak Perketat Masuknya Tenaga Kerja Asing


10.145 TKI Jatim Terlindungi BPJS Tenaga Kerja

Selama 7 Bulan, Disnaker Sudah Berangkatkan 191 Tenaga Kerja

Pastikan Bayar THR, Dinas Tenaga Kerja Sidak Perusahaan

Buruh Desak Pemkab Perhatikan Jaminan Sosial Tenaga Kerja
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber