Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Kesehatan 

Tes darah salah satu cara menentukan korban terkena HIV/Aids. Foto dok pojokpitu.com
Sangat Penting, Inilah Gejala HIV
Sabtu, 10-03-2018 | 03:22 wib
Oleh :
Jakarta pojokpitu.com, HIV adalah virus yang menyebar melalui cairan tubuh dan menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama sel T. Pada fase awal, gejala HIV bisa saja mirip dengan gejala penyakit lainnya. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui apa saja yang terjadi pada penderita agar dapat lebih waspada.

Seiring dengan berjalannya waktu, virus HIV akan menghancurkan sel-sel yang berperan membentuk kekebalan tubuh hingga akhirnya tubuh Anda tidak mampu melawan kuman penyebab infeksi yang menyerang.

Infeksi oportunistik dan kanker mengambil kesempatan ini untuk semakin berkembang dan bertambah parah.

Apa itu HIV?

HIV atau kependekan dari Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) apabila tidak ditangani dengan benar. AIDS merupakan kumpulan gejala-gejala yang timbul akibat infeksi dari virus HIV.

Tidak seperti virus lainnya yang dapat dikalahkan oleh sistem kekebalan tubuh, virus HIV tetap akan ada di dalam tubuh walaupun sudah diberikan pengobatan. Jadi dengan kata lain, jika sudah terinfeksi virus HIV, maka penderita selamanya akan memiliki virus HIV di dalam tubuhnya.

HIV dapat ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh dengan seseorang yang sebelumnya sudah terinfeksi.

Contoh melalui cairan tubuh adalah saat berhubungan seksual tanpa pengaman atau kontak darah dengan luka penderita, atau tertusuk jarum suntik yang bekas dipakai oleh orang yang terinfeksi HIV.

Tidak seperti penyakit lainnya yang timbul setelah terpapar virus dan menimbulkan gejala khas, infeksi HIV baru dapat menimbulkan gejala setelah bertahun-tahun kemudian. Dan perlu diingat, gejala yang ada sangat tidak khas, kecuali jika sudah berat, seperti misalnya TB millier dan meningitis.

Lalu, bagaimana caranya mengetahui apakah Anda memiliki HIV atau tidak? Satu-satunya cara adalah dengan melakukan pemeriksaan HIV. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mengambil darah dan dilihat hasilnya apakah terdapat virus HIV atau tidak.

Sangatlah penting untuk mengetahui apakah Anda memiliki HIV atau tidak, terutama bagi yang berisiko tinggi seperti pekerja seks komersil, berhubungan seksual dengan banyak pasangan, serta petugas medis.

Yang terjadi pada tubuh penderita

Ketika seseorang sudah terinfeksi virus HIV, beberapa dapat mengalami gejala serupa seperti flu dalam dua hingga empat minggu setelah terinfeksi (stadium 1). Tetapi beberapa orang ada yang tidak mengalami gejala apapun selama fase ini.

Gejala seperti flu yang muncul bisa berupa demam, menggigil, muncul ruam pada kulit, keringat malam, nyeri otot, radang tenggorokan, mudah lelah, pembesaran kelenjar getah bening, atau sariawan di mulut.

Perbedaan antara gejala flu biasa dan gejala pada stadium 1 HIV ini adalah jika gejala flu biasa akan hilang dalam 1 minggu dan tidak muncul kembali lagi, gejala yang menyerupai flu ini bisa terjadi berulang ulang kali dan cenderung lebih berat daripada sebelumnya.

Setelah beberapa bulan virus HIV masuk ke tubuh, 40-90 persen orang akan mengalami ARS (Acute Retroviral Syndrome), yaitu gejala-gejala yang pada stadium awal disebutkan akan berlangsung lebih lama sekitar 1 bulan.

Setelah melewati beberapa bulan semenjak virus HIV masuk, jumlah virus di dalam tubuh menjadi semakin banyak dan semakin merusak sel-sel kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi mudah terserang penyakit dan membutuhkan waktu yang semakin lama untuk pulih.

Saat jumlah virus semakin banyak dan sistem kekebalan tubuh hancur, di fase inilah penyakit seperti Tuberkulosis Milier atau Meningitis menyerang dan sangat berpotensi mengancam nyawa.

Maka dari itu, mengetahui apakah seseorang memilki HIV atau tidak sangatlah penting untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala HIV seperti di atas, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.(NP/RVS/klikdokter/jpnn/pul)

Berita Terkait


Setiap Tahun Ada 600 Pasien Baru AIDS di RSUD Dr Soetomo

Peringati Hari Aids Sedunia, Puluhan Pelajar NU Bagikan Ratusan Bunga Pada Pengguna Jalan

Penderita HIV Aids di Jatim Terbanyak di Indonesia

10 PSK Eks Lokalisasi Madusari Terjangkit HIV AIDS


DPRD Jatim Buat Perda HIV AIDS

Juli 2018, Jumlah Penderita HIV Aids di Situbondo Sebanyak 73 Orang

Penyakit HIV Aids Mengancam Ibu Rumah Tangga

Ratusan Warga Binaan Lapas Bondowoso Jalani Tes HIV
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber