Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

15 Persen Penduduk Pacitan Hidup di Bawah Garis Kemiskinan
Rabu, 07-03-2018 | 02:10 wib
Oleh : Sujarismanto, Edwin Aji
Pacitan pojokpitu.com, Kemiskinan jadi salah satu persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia. Tak terkecuali di Kabupaten Pacitan. Penanggulangan kemiskinan melalui program pemerintah belum berhasil menekan angka kemiskinan secara signifikan.

Terbukti pada tahun 2017 angka kemiskinan masih dikisaran 15,42 persen atau turun sekitar 0,45 persen dari tahun 2016.

Penduduk miskin di Kabupaten Pacitan tahun 2017, masih berkisar 85 ribu jiwa yang tersebar di 12 wilayah kecamatan. Jumlah warga kurang mampu di kota berjuluk 1001 goa ini hanya turun tipis dari tahun 2016 lalu.

Dari angka ini, mayoritas penduduk miskin di Pacitan sudah lanjut usia. Salah satunya adalah Boiman, warga Desa Gembuk, Kecamatan Kebonagung, Pacitan.
 
Pria yang sempat menjadi pesuruh desa selama lebih dari 43 tahun ini harus menghabiskan masa tua dengan penuh keprihatinan. Sebab, untuk bertahan hidup, ia hanya mengandalkan putra keduanya Sugiyono yang hanya berprofesi buruh tani dan pencari nira.

Sesekali waktu Boiman membantu mencari nafkah dengan cara mengumpulkan kayu bakar untuk dijual. Namun, rupiah yang didapat dari pekerjaan ini pun tidak pasti. Terlebih Boiman hanya melakukan pekerjaan itu ketika kondisi kesehatannya prima.

"Boiman merupakan satu dari sekian banyak potret penduduk miskin di Kabupaten Pacitan. Pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk mengentaskan penduduknya dari jerat kemiskinan. Namun banyak hambatan yang menghadang. Di antaranya ketersediaan anggaran dan validasi data penduduk miskin yang mempengaruhi penyaluran program pemerintah," tutur Indartato, Bupati Pacitan. (end)

Berita Terkait


15 Persen Penduduk Pacitan Hidup di Bawah Garis Kemiskinan


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber