Berita Terbaru :
Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tinggi
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Cegah Covid 19, Rutan Medaeng Berlakukan Drive Thru Pengunjung
Waspada! Anak Muda Paling Rentan Alami Masalah Mental Selama Pandemi
Puluhan Napi Gunakan Fasilitas Video Call Untuk Berlebaran Dengan Keluarga
Tercatat Sebanyak 25 Masjid di Kota Batu Gelar Sholat Ied
Lebaran Ala Petugas Medis RS PHC Surabaya
Pesan Bang Hotman Paris Pada Momen Idul fitri Tahun Ini
Komentar Direktur Pasific Studies Tentang Pilkada 2020
Bos Petronas Yamaha SRT Blak-blakan Soal Niat Lorenzo Ambil Kursi Rossi
WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
   

Kesenian Khas Madura Can-Macanan Kadduk
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 07-03-2018 | 01:12 wib
Reporter : Moh. Hasan.
Pamekasan pojokpitu.com, Can-Macanan Kadduk (macan mainan dari karung), begitu biasa disebut oleh masyarakat Madura pada kesenian satu ini. Mirip dengan kesenian barongsai dari Cina, yang merupakan salah satu kesenian khas Madura.

Seni dan budaya daerah merupakan warisan dengan harga tak ternilai yang sepatutnya kita lestarikan. Namun dalam kenyataannya, saat ini konsistensi budaya daerah dari waktu ke waktu semakin memprihatinkan dan semakin tergeser, oleh budaya modern yang lebih digemari oleh generasi muda sekarang.
 
Akan tetapi, keadaan berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh Arif, seorang pemuda warga Dusun Babhan Desa Sukolelah Kecamatan Kadur Pamekasan Madura. Sudah 4 tahun, ia berusaha melestarikan salah satu budaya khas madura, yakni Can-Macanan Kadduk

Arif bersama rekan-rekannya, membuat sendiri alat kesenian can-macanan kadduk, dengan memanfaatkan pohon jarang atau kayu rimba campur sebagai kepalanya. Pemanfaatan kayu ini, karena ringan dan mudah untuk dibentuk serta banyak disekitar rumahnya.
 
Perajin Dan Pelestari Kesenian Can-Macanan Kadduk Arif menjelaskan, Proses awalnya yakni mengukir kayu hingga berbentuk kepala macan atau harimau, kemudian dibalut menggunakan  kulit kambing, yang masih ada bulunya.

"Agar menyerupai bulu macan, kulit kambing tadi diberi motif loreng seperti macan dengan menggunakan semir rambut," jelas Arif
 
Untuk gigi dan taringnya dicat dengan cat kayu, sementara matanya diberi lampu led.
 
Kesenian macan ini disebut can-macanan kadduk, lantaran badannya terbuat dari karung yang diberi anyaman tali rafia, dengan dipotong kecil-kecil sekitar 15 cm sehingga mirip seperti bulu macan.
 
Untuk pembuatan 1 Can-Macanan ini, Arif bersama rekan-rekannya membutuhkan waktu hingga 2 bulanan, dengan harga bervariasi mulai harga Rp 2 juta hingga Rp 4,5 juta, tergantung dari ukuran dan bahan yang dipakai.
 
Pemesan can-macanan kadduk ini, tidak hanya dari dalam Kota Pamekasan saja, namun yang paling banyak pemesan berasal dari Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi.
 
Dalam penampilannya can-macanan kaddhuk dimainkan oleh 2 orang, 1 jadi kepala dan kaki depan, sedangkan yang 1 lagi membungkuk menjadi punggung sekaligus kaki belakang.
 
Sebagian tempat di Madura, can-macanan kaddhuk ini biasanya dimainkan ketika ada acara seperti aretan sapeh (arisan sapi). Namun, saat ini ini can-macanan seringkali dimainkan di berbagai acara di madura, seperti hiburan acara pernikhanan, kegiatan pawai atau karnaval, haflatul imtihan dan banyak lagi yang lainnya.(yos)

Berita Terkait

Kesenian Khas Madura Can-Macanan Kadduk
Berita Terpopuler
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  1 jam

Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  12 jam

Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Sepak Bola  11 jam

WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Teknologi  10 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

Camat Duduksampeyan Didatangi Pemuda Desa Gredek Terkait BLT
Jatim Awan

Cuaca Buruk, Pelabuhan Ketapang Berlakukan Buka Tutup
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber