Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Kesenian Khas Madura Can-Macanan Kadduk
Rabu, 07-03-2018 | 01:12 wib
Oleh : Moh. Hasan.
Pamekasan pojokpitu.com, Can-Macanan Kadduk (macan mainan dari karung), begitu biasa disebut oleh masyarakat Madura pada kesenian satu ini. Mirip dengan kesenian barongsai dari Cina, yang merupakan salah satu kesenian khas Madura.

Seni dan budaya daerah merupakan warisan dengan harga tak ternilai yang sepatutnya kita lestarikan. Namun dalam kenyataannya, saat ini konsistensi budaya daerah dari waktu ke waktu semakin memprihatinkan dan semakin tergeser, oleh budaya modern yang lebih digemari oleh generasi muda sekarang.
 
Akan tetapi, keadaan berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh Arif, seorang pemuda warga Dusun Babhan Desa Sukolelah Kecamatan Kadur Pamekasan Madura. Sudah 4 tahun, ia berusaha melestarikan salah satu budaya khas madura, yakni Can-Macanan Kadduk

Arif bersama rekan-rekannya, membuat sendiri alat kesenian can-macanan kadduk, dengan memanfaatkan pohon jarang atau kayu rimba campur sebagai kepalanya. Pemanfaatan kayu ini, karena ringan dan mudah untuk dibentuk serta banyak disekitar rumahnya.
 
Perajin Dan Pelestari Kesenian Can-Macanan Kadduk Arif menjelaskan, Proses awalnya yakni mengukir kayu hingga berbentuk kepala macan atau harimau, kemudian dibalut menggunakan  kulit kambing, yang masih ada bulunya.

"Agar menyerupai bulu macan, kulit kambing tadi diberi motif loreng seperti macan dengan menggunakan semir rambut," jelas Arif
 
Untuk gigi dan taringnya dicat dengan cat kayu, sementara matanya diberi lampu led.
 
Kesenian macan ini disebut can-macanan kadduk, lantaran badannya terbuat dari karung yang diberi anyaman tali rafia, dengan dipotong kecil-kecil sekitar 15 cm sehingga mirip seperti bulu macan.
 
Untuk pembuatan 1 Can-Macanan ini, Arif bersama rekan-rekannya membutuhkan waktu hingga 2 bulanan, dengan harga bervariasi mulai harga Rp 2 juta hingga Rp 4,5 juta, tergantung dari ukuran dan bahan yang dipakai.
 
Pemesan can-macanan kadduk ini, tidak hanya dari dalam Kota Pamekasan saja, namun yang paling banyak pemesan berasal dari Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi.
 
Dalam penampilannya can-macanan kaddhuk dimainkan oleh 2 orang, 1 jadi kepala dan kaki depan, sedangkan yang 1 lagi membungkuk menjadi punggung sekaligus kaki belakang.
 
Sebagian tempat di Madura, can-macanan kaddhuk ini biasanya dimainkan ketika ada acara seperti aretan sapeh (arisan sapi). Namun, saat ini ini can-macanan seringkali dimainkan di berbagai acara di madura, seperti hiburan acara pernikhanan, kegiatan pawai atau karnaval, haflatul imtihan dan banyak lagi yang lainnya.(yos)

Berita Terkait


Kesenian Khas Madura Can-Macanan Kadduk


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber