Berita Terbaru :
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Jangan Dibuang, Buktikan 3 Manfaat Teh Celup Untuk Kecantikan Kulit
Bunga Monstera Diburu Penggemar Tanaman Hias
Tak Ingin Lagi Didiskriminasi, Sopir Angkot Hingga Guru SMP Swasta Dukung Machfud Arifin Walikota
SKB CPNS Akan Diselenggarakan Oktober Mendatang
Selama 1 Bulan, 2.296 Masyarakat Bojonegoro Ikuti Rapit Test Gratis
Bantu Siswa Belajar Daring, Kelurahan Siapkan Wifi Gratis
Angka Pelangar Lalu Lintas di Sumenep Meningkat, Salah Satunya Pengendara di Bawah Umur
Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, THM Dilarang Buka
Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
   

Korban Bencana Protes Kewajiban Tambah Daya Listrik
Mataraman  Kamis, 01-03-2018 | 14:53 wib
Reporter : Sujarismanto,Agung Prawoto.
Pacitan pojokpitu.com, Sudah jatuh tertimpa tangga. Pepatah itu kini dialami oleh puluhan korban bencana alam di Kecamatan Punung, Pacitan. Ditengah upaya bangkit dari bencana, mereka malah dibebani keharusan penambahan daya listrik dari subsidi ke non subsidi oleh pihak PLN. Padahal kondisi listrik di rumah mereka masih cukup baik tanpa gangguan.

Kebijakan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengharuskan penambahan daya listrik bagi rumah terdampak bencana alam ini dikeluhkan warga. Penyebabnya, mayoritas listrik berdaya 450 VA (volt ampere) milik warga masih dalam kondisi baik.

Salah satu warga Wahyudi menjelaskan, Kendatipun pemasangan listrik baru berdaya 1300 VA tanpa biaya atau gratis, tetapi masyarakat dipastikan harus mengeluarkan beban biaya lebih besar setiap bulannya.

Terlebih, dikatakan Wahyudi, saat ini kondisi ekonomi masyarakat belum benar-benar pulih setelah dilanda bencana alam tanah longsor November tahun 2017 lalu.

"Warga sepakat untuk menolak rencana penambahan daya listrik rumah terdampak bencana dari subsidi ke non subsidi," tegas Wahyudi.     

Berdasarkan data dari pemerintah desa, dari 59 rumah terdampak bencana, hanya 19 unit rumah yang layak mendapat perbaikan listrik. Keharusan mengganti listrik subsidi ke non subdisi dianggap cukup memberatkan masyarakat.   (pul)

Berita Terkait

Korban Bencana Protes Kewajiban Tambah Daya Listrik
Berita Terpopuler
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
Pilkada  11 jam

Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Peristiwa  10 jam

Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Pilkada  8 jam

Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber