Berita Terbaru :
Dishub Gelar Operasi Kestib, Tertibkan Truck Kelebihan Tonase
TNI Akan Akan Lakukan Latihan Tempur Sikatan Daya
Kabupaten Trenggalek Terapkan Lelang Ikan Online Berbasis Aplikasi, Pertama di Jawa Timur
Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Malang Kembali Tutup Jalan Ijen dan Veteran
Imam Masjid Girilaya : Machfud Arifin Pemimpin Yang Terbukti Peduli, Bukan Pemimpin Obral Janji
Waspada Bencana, BPBD Gandeng Badan Geologi Teliti Potensi Likuefaksi di Jatim
Warga Panen Ikan Saat Debit Air Waduk Dawuhan Mengering
Seorang Pemuda Ngaku Dapat Bisikan Gaib Untuk Begal Payudara Wanita
Polrestabes Surabaya Terima 100 Ribu Masker Kesehatan Untuk Masyarakat Miskin
Pemkot Tutup Karanggayam, 20 Club Persebaya Mengadu dan Dukung MA-Mujiaman
Pemkab Gresik Sangat Serius Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
Euphoria Sepak Bola Usia Dini
Dewan Adat Majapahit Protes Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Sejumlah Karyawati Pabrik
Dua Pasang Calon Walikota Blitar Deklarasikan Kampanye Damai dan Sehat
Deklarasi Damai, Kampanye Pilkada Kota Surabaya Harus Sesuai Protokol Kesehatan
   

Korban Bencana Protes Kewajiban Tambah Daya Listrik
Mataraman  Kamis, 01-03-2018 | 14:53 wib
Reporter : Sujarismanto,Agung Prawoto.
Pacitan pojokpitu.com, Sudah jatuh tertimpa tangga. Pepatah itu kini dialami oleh puluhan korban bencana alam di Kecamatan Punung, Pacitan. Ditengah upaya bangkit dari bencana, mereka malah dibebani keharusan penambahan daya listrik dari subsidi ke non subsidi oleh pihak PLN. Padahal kondisi listrik di rumah mereka masih cukup baik tanpa gangguan.

Kebijakan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengharuskan penambahan daya listrik bagi rumah terdampak bencana alam ini dikeluhkan warga. Penyebabnya, mayoritas listrik berdaya 450 VA (volt ampere) milik warga masih dalam kondisi baik.

Salah satu warga Wahyudi menjelaskan, Kendatipun pemasangan listrik baru berdaya 1300 VA tanpa biaya atau gratis, tetapi masyarakat dipastikan harus mengeluarkan beban biaya lebih besar setiap bulannya.

Terlebih, dikatakan Wahyudi, saat ini kondisi ekonomi masyarakat belum benar-benar pulih setelah dilanda bencana alam tanah longsor November tahun 2017 lalu.

"Warga sepakat untuk menolak rencana penambahan daya listrik rumah terdampak bencana dari subsidi ke non subsidi," tegas Wahyudi.     

Berdasarkan data dari pemerintah desa, dari 59 rumah terdampak bencana, hanya 19 unit rumah yang layak mendapat perbaikan listrik. Keharusan mengganti listrik subsidi ke non subdisi dianggap cukup memberatkan masyarakat.   (pul)

Berita Terkait

Korban Bencana Protes Kewajiban Tambah Daya Listrik
Berita Terpopuler
Puluhan Santri Pesantren Terpapar Covid 19
Covid-19  11 jam

Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Peristiwa  8 jam

Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Peristiwa  17 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  23 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber