Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Teknologi 

Mahasiswa ITS Ubah Serabut Kelapa Jadi Genting
Senin, 26-02-2018 | 06:10 wib
Oleh : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Empat mahasiswa Institut Tekhnologi 10 Nopember Surabaya (ITS) akhirnya menyabet nilai tertinggi dalam ajang Green Wave Enviromental Care yang dihelat Sembcorp Marine Singapura. Para mahasiswa dari Departemen Teknik Transportasi Laut ini meraih nilai tertinggi ini setelah berhasil mengubah serabut kelapa menjadi genting yang memiliki ketahanan yang cukup tinggi.

Empat mahasiswa Departemen Teknik Transportasi Laut peraih nilai nilai tertinggi di ajang Green Wave Enviromental Care ini adalah Rachmad Ananto Wicaksono, Zeffri Irawan, Shinta Johar Alif Rahadi, dan Dwiki Febrianto.
 
Mereka mengikuti ajang bergengsi yang dihelat Sembcorp Marine, Singapura, 2 Februari lalu, dan menampilkan ide kreatifnya berupa genting berbahan sabut kelapa.
 
Dari idenya itu, mereka pun membawa pulang penghargaan Best Champion, Best Presenter, Merit Award, dan Commendation Award. Tampak para mahasiswa ini merangkai prototype confiter, alat pengolah serabut kelapa untuk pembuatan genting kelapa.
 
Meski bukan alat yang baru, namun empat mahasiswa ini berkreasi dengan menggabungkan beberapa mesin menjadi satu hingga tercipta produk baru tersebut. Mulai mesin pengupas kelapa, penghalus serabut kelapa hingga menjadi partikel kecil, mesin mixer bahan baku, dan pencetak genting.
 
Ide empat mahasiswa ITS ini muncul saat mereka menemukan sampah batok kelapa di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari. Dari situ, mereka pun memanfaatkan sampah serabut batok kelapa melalui penelitian. Hasilnya, mereka pun akhirnya memanfaatkan serabut kelapa sebagai kebutuhan konstruksi pembangunan berupa genting.
 
Jika selama ini genting dibuat secara konvensional dengan menggunakan bahan beton yang terdiri dari campuran semen, pasir, dan air. Hasilnya, meski kuat, namun penggunaan semen yang banyak membuat bobot genting menjadi berat.
 
"Dengan memanfaatkan serabut kelapa, penggunaan semen pun dikurangi, sehingga genting menjadi lebih murah dan ringan. Tentu saja, biaya konstruksi bangunan menjadi berkurang. Untuk proses produksi genting berbahan serabut kelapa ini, membutuhkan peralatan seperti cofiter," kata Zefri, mahasiswa ITS.
 
Saat ini mereka tengah meneliti genting serabut kelapa untuk menguji ketahanannya. Selama sebulan, pihak Sembcorp memberi kesempatan pada mereka untuk melakukan penelitian di Singapura. (end)

Berita Terkait


ITS Buka Bidang Keahlian Baru Tahun Ajaran 2018

IKA ITS Ajak Ribuan Anak Cinta Damai dan Penuh Toleransi

Mahasiswa ITS Ubah Serabut Kelapa Jadi Genting

Dukung Pendidikan Inklusi, ITS Ciptakan Mesin Cetak Huruf Braile


Ratusan Atlit Jujitsu, Ikuti Kejuaraan Kapolres Madiun Cup

Demi Nobar Piala Dunia, Bunderan ITS Ditutup

ITS Targetkan Jadi Delegasi Indonesia Ditingkat Internasional

ITS Buka Bidang Keahlian Baru Tahun Ajaran 2018
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber