Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Tempo Doeloe 

Foto Peresmian Masjid Kemayoran, Residen Surabaya Daniel Franscois Willem Pietermaat, Makam Daniel Franscois Willem Pietermaat di Peneleh.
Inilah Riwayat Masjid Alun Alun Surapringga 2
Minggu, 25-02-2018 | 09:30 wib
Oleh : Nanang Purwono
Surabaya pojokpitu.com, Perlawanan rakyat Surabaya ini mengingatkan pada peristiwa setelah runtuhnya Mojopahit. Ketika itu kerajaan baru, kesultanan Demak, hingga Mataram, terus berupaya ingin menguasai Surabaya, yang sebelumnya adalah bagian dari kerajaan Majapahit.

Namun upaya mereka selalu gagal dan gagal. Ini menunjukkan bahwa kala itu Surabaya sudah menjadi suatu negari yang kuat. Dengan segala upaya yang dilakukan Mataram bersama VOC, akhirnya Surabaya takluk kepada Mataram pada 1625. Surabaya pun menjadi bagian dari kekuasaan Mataram.

Kembali ke solusi apa yang akan diambil oleh pemerintah Hindia Belanda dalam mengatasi perlawanan umat Islam Surapringga. Maka dari Gubernur Jendral, perintah turun ke penguasa karesidenan Surabaya, Daniel Franscois Willem Pietermaat (1843-1848) untuk bersama sama mencari solusi atas rencana pendirian gedung pengadilan dan mengatasi perlawanan umat Islam kala itu.

Intinya rencana proyek pembangunan gedung pengadilan harus tetap berjalan. Tetapi perkara pembongkaran masjid harus tetap dicarikan solusi. Maka solusinya adalah pemerintah Hindia Belanda mencarikan lahan pengganti untuk pendirian masjid yang baru. Lahan pengganti itu adalah lahan milik seorang berpangkat mayor di daerah Kepanjen.

Disanalah masjid baru sebagai pengganti masjid lama yang sebelumnya berdiri di alun alun. Di tahun yang sama, 1848, masjid baru dibangun di lahan milik seorang mayor. Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh RAA Niti Adiningrat.

Saking fenomenalnya peristiwa ini, sebuah prasasti pun dibuat untuk menandai masjid yang baru. Pada prasasti itu tersebut bahwa pemerintah Hindia Belanda memberi, yang sekaligus, mengganti masjid baru setelah masjid lama di alun alun dibongkar. Prasasti itu juga mengabadikan orang orang yang dianggap berjasa terhadap keberadaan masjid.

Maka ditulislah nama bupati Surabaya, Raden Tumenggung Kromojoyodirono, sebagai inisiator pembangunan masjid di alun alun (cikal bakal mesjid Kemayoran) ketika dirinya masih menjabat sebagai bupati di negara Surapringga untuk masa jabatan 1772 - 1776.

Kemudian juga diabadikan nama Gubernur Jendral Hindia Belanda, Jan Jacob Rochussen, yang menjabat pada tahun 1845-1851. Tidak ketinggalan penguasa Karesidenan Surabaya saat itu, Daniel Franscois Willem Pietermaat yang menjabat pada 1843-1848. Prasasti beraksara Jawa dan terbuat dari kuningan ini selanjutnya dipasang di masjid yang baru di Kemayoran.

Dalam surat kabar Soerabaiasche Handelsblad, edisi 18 Juli 1934, juga menceritakan bahwa pada tahun 1934 (86 tahun kemudian), masjid direnovasi lagi dengan menambah bangunan di sisi timur. Renovasi ini dikerjakan oleh arsitek Raden Slamet. Gratis. Kalau dihitung beayanya kira kira sebesar f 20.000 yang diambil dari kas masjid dan sumbangan jamaah.

Dari data data yang dapat diperoleh melaui prasasti, klipping koran, foto kabupaten, uang koin derham Inggris bertuliskan Sura Pringga, makam Kiai Seda Masjid, maka jelaslah sudah keberadaan dan eksistensi Pendopo (kraton) Suropringgo (Surabaya).

Jadi angka 1772-1776 adalah kisaran tahun pendirian masjid di alun alun Surapringga. Bukannya pendirian masjid kemayoran. Sedangkan masjid kemayoran sendiri dibangun pada 1848 di masa residen Pietermaat dan Gubernur Jendral Jan Jacob Ruchessen.

Raden Adipati Ario Niti Adiningrat tidak menyematkan namanya pada prasasti, bisa jadi untuk menghargai pendahulunya Raden Tumenggung Kromojoyodirono yang sudah menginisiasi pembangunan masjid di alun alun pada 1772-1776. (pul)


Berita Terkait


Inilah Riwayat Masjid Alun Alun Surapringga 2

Inilah Riwayat Masjid Alun Alun Surapringga 1

Masjid Kemayoran Dibangun Atas Perjuangan Warga Surabaya

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber