Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Tempo Doeloe 

Foto Masjid Kemayoran lama, Gubernur Jendral adalah Jan Jacob Ruchessen dan Bupati Surabaya R.A.A. Niti Adiningrat. .
Inilah Riwayat Masjid Alun Alun Surapringga 1
Sabtu, 24-02-2018 | 12:32 wib
Oleh : Nanang Purwono
Surabaya pojokpitu.com, Penelusuran belum berhenti. Terus mencoba memahami isi prasasti dalam bahasa Jawa, yang merupakan terjemahan dari kalimat beraksara Jawa. Selain mengenai angka tahun 1772 - 1776, ada juga nama nama yang tidak sesuai dengan data yang ada.

Misal nama Gubernur Jendral Hindia Belanda sebagaimana terterjemahkan dan tertulis "Jon Wakop Regungsin" dan nama Residen Surabaya "Daniel Frank Swauwilan Pietermaat".

Yang tidak kalah pentingnya adalah kapan Prasasti itu dibuat?

Klipping koran Soerabaiasche Handelsblad, edisi Rabo 18 Juli 1934, juga menjadi rujukan dan sumber penting untuk mencari tau pesan persis dari prasasti Masjid Kemayoran itu. Termasuk, kira kira kapan prasasti itu dibuat. Secara kronologis berita koran Soerabaiasche Handelsblad yang memberitakan hasil pemugaran mesjid Kemayoran tahun 1934 sangat membantu mengurai dan meluruskan riwayat masjid Kemayoran. Dikatakan meluruskan karena dari prasasti itu dipahami bahwa Masjid Kemayoran, yang sekarang berdiri, dibangun pada masa itu (1772-1776).

Yang jelas Masjid Kemayoran tidak terlepas dari riwayat mesjid alun alun Surapringga (sekarang lapangan/lahan Tugu Pahlawan).

Berita koran itu mengabarkan bahwa dimasa pemerintahan bupati Surabaya, Raden Tumenggung Kromojoyodirono pada tahun 1772-1776, kanjeng bupati mendirikan sebuah masjid di alun alun sebagai kelengkapan konsep macro dan micro cosmos (hubungan horizontal dan vertikal atau Habluminanas dan Habluminallah).

Selama berjalannya waktu, masjid yang bernama Raudatul Musyawarah ini mengalami beberapa kali perbaikan. Perbaikan, yang terhitung terakhir, jatuh pada masa pemerintahan bupati Surabaya Raden Adipati Ario Niti Adiningrat pada 1844 - 1848. Melihat lamanya masa perbaikan, maka bisa ditaksir betapa seriusnya dalam melakukan pekerjaan.

Hasilnya tentu sangat memuaskan bagi umat Islam Surapringga. Mereka pun bangga memiliki masjid di alun alun yang luas. Namun, di tahun yang sama, mereka dikejutkan dengan kabar bahwa masjid alun alun akan dibongkar oleh pemerintah untuk pendirian sebuah gedung pengadilan Raad van Justitie. 

Karuan saja umat Islam Surapringga kaget dan melakukan perlawanan untuk melindungi dan menjaga masjid yang baru saja direnovasi oleh bupati Surabaya, RAA Niti Adiningrat.

Sikap ini yang menjadikan terjadinya clash antara warga umat Islam Surapringga dengan gubermen dan perangkat pemerintah Hindia belanda saat itu. Korban pun terjadi. Bahkan memakan nyawa. Salah satunya seorang ulama masjid, takmir, yang selalu berjaga di masjid. Ia bernama Badrun. Untuk menghargai jasa-jasa Badrun terhadap masjid, ia dimakamkan di pekuburan yang tidak jauh dari masjid. Yakni di pemakaman Kawatan, yang hingga kini keberadaanya masih bisa dilihat. Ia dianugerahu nama Mbah Kiai Sedo Masjid. Artinya seorang kiai yang meninggal di masjid.

Perlawanan rakyat Surapringga hingga memakan nyawa bukanlah hal yang remah. Bagi pemerintah Hindia Belanda pun dianggap sebagai peristiwa besar yang harus dicari solusinya. Sampai sampai masalah ini naik ke tingkat pusat di Batavia, yang waktu itu sedang menjabat sebagai Gubernur Jendral adalah Jan Jacob Ruchessen (Jon Wakop Regungsin sebagaimana tertulis pada prasasti), 1845-1851.

Bisa dibayangkan ketika sebuah peristiwa yang terjadi di daerah, lantas petinggi negara di tingkat pusat ikut turun tangan. Ini bukan peristiwa kecil. Perlawanan rakyat Surabaya boleh dibilang mengguncang ibukota negara (Hindia Belanda). Karenanya, perlu ada solusi cepat atas peristiwa ini. (bersambung)

Berita Terkait


Inilah Riwayat Masjid Alun Alun Surapringga 2

Inilah Riwayat Masjid Alun Alun Surapringga 1

Masjid Kemayoran Dibangun Atas Perjuangan Warga Surabaya

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber