Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Kesehatan 

Pasca operasi , tim dokter masih terus memantau kondisi balita selama 3 kali 24 jam. Foto Rosi
Balita Aqila Berhasil Jalani Operasi Rekonstruksi Tulang Kepala
Jum'at, 23-02-2018 | 18:52 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Aqila Kirana Salim, balita 18 bulan asal Batam yang menderita penyakit hydrocephalus dengan kelainan cairan dalam rongga otak, akhirnya menjalani operasi rekonstruksi tulang kepala. Operasi melibatkan ratusan tim dokter rumah sakit Unair ini, berlangsung 8 jam.

Menurut dr. Teddy apriawan spesialis bedah saraf RS Unair, operasi melibatkan ratusan tim dokter dari berbagai spesialis. Untuk merekonstruksi tulang kepala. Diantaranya bedah saraf, mata, anastesi, dan bedah plastik.

Operasi anak kedua dari pasangan Agus Salim dan Nuris ini berlangsung selama hampir 8 jam untuk membantu melepas tulang yang terlipat di tengkorak kepala bagian depan. Operasi rekonstruksi tulang kepala bagian depan ini diharapkan mampu mengurangi resiko kerusakan syaraf mata dan pendengaran. Selain itu, operasi ini untuk memberikan ruang yang cukup pada otak .

Teddy menambahkan pasca operasi, kondisi balita Aqila masih dalam kondisi kritis dan akan dipantau 3 kali 24 jam. Seluruh tim dokter rumah sakit Unair meminta doa dari semua pihak untuk kesembuhan bayi Aqilla Kirana Salim. (pul)

Berita Terkait


Haru Mewarnai Penyerahan Balita Korban Perdagangan Ibunya

Balita Ditemukan Warga Dipinggir Jalan Sekitar Pasar Nganjuk

Jumlah Balita Stunting Kabupaten Jember Menurun 10 Persen

Warga Temukan Lima Anak Balita Ditelantarkan Orang Tua


Dump Truk Dibakar Massa Usai Tabrak Balita Hingga Tewas

Jumlah Balita Stunting Kabupaten Jember Menurun 10 Persen

Mobil Berpenumpang Balita Hangus Terbakar

Ibu Kandung Menangis Haru Saat Bertemu Balita Farhan Akbar
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber