Berita Terbaru :
Ada 1646 Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Gagal Berangkat
Aniaya Sopir, Petugas Amankan Belasan Anak Punk
Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Tak Pakai Masker, Sejumlah Pemuda Dihukum Hafalkan Pancasila
Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Sebanyak 12 Warga Desa Giripurno Positif Covid-19
Komplotan Begal Belasan TKP Ditangkap, Rata-Rata Pelaku Masih di Bawah Umur
Kasus Positif Covid di Jatim, Sebanyak 1,75 Persen Pasien Balita
Ada Satu Peserta Pelantikan Kepala Sekolah dan Petugas Pengawas Meninggal Dari Mojokerto
Pemerintah Putuskan Ibadah Haji Tahun Ini Batal
Pemerintah Belum Buka Fasilitas Belajar Mengajar Juli Ini
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sidoarjo Temukan Cluster Baru Kecamatan Taman Sidoarjo
Kisah Nenek Berusia 105 Tahun Sembuh Dari Covid 19
Eka Eki
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
   

Eksekusi Rumah Warga, Diwarnai Isak Tangis Pemilik Rumah
Metropolis  Senin, 19-02-2018 | 15:47 wib
Reporter : Budi Prakoso
Surabaya pojokpitu.com, Eksekusi rumah seluas 4.830 meter persegi di kawasan jalan Gadelsari, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep Surabaya, diwarni isak tangis pemilik rumah. Pemilik rumah mengaku tidak pernah menjual rumah miliknya, namun hanya menjadi korban atas ketidakadilan oknum pemerintah, yakni kelurahan yang memberikan sporadik penjualan tanah tanpa sepengetahuan pemilik yang merupakan ahli waris.

Proses eksekusi dilakukan oleh Pengadilan Negeri Surabaya dibantu petugas kepolisian, secara paksa mengeluarkan barang dan penghuni rumah.

"Penghuni yang sudah diberikan tenggang waktu selama dua bulan ini, namun tak kunjung mengosongkan rumah," tutur Djoko Subagio, Kepala Tim Eksekusi PN Surabaya.

Sementara kuasa hukum Sarmi menegosiasi meminta perpanjangan waktu untuk pengosongan, lantaran masih dalam proses gugatan ke pengadilan. Namun permintaan ini tidak menjadi halangan bagi petugas untuk melakukan eksekusi.

Isak tangis keluarga Sarmi pun mewarnai proses eksekusi. Bahkan proses eksekusi sempat terjadi adu mulut antara petugas dan pemilik rumah yang enggan keluar dari rumah yang ditinggalinya sejak puluhan tahun, meski menuai  penolakan dari pihak keluarga. Namun petugas tetap memaksa untuk mengosongkan rumah.

Djoko menambahkan, kasus sengketa ini sudah terjadi sejak tahun 2012 silam yang kemudian ditindaklajuti dengan proses eksekusi atas permintaan termohon pemilik tanah baru, yakni Ashari alias Muslich.(end)

Berita Terkait

Rumah Tetap Dieksekusi, Janda Kesurupan dan Pingsan

Macet Bayar Cicilan, Rumah di Takeran Dieksekusi

Eksekusi Ricuh, Puluhan Keluarga Ahli Waris Termohon Lakukan Penghadangan

Tiga Kali Gagal, Pemenang Lelang Berhasil Eksekusi Rumah Mewah
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  4 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  1 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  36 menit

Kapolres Malang Siapkan 1.295 Personil Untuk New Nomral Life
Malang Raya  15 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber