Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Politik 

Saran Pemkab Magetan agar pengusaha pengolahan kulit mengolah kulit basah di LIK Magetan, dianggap tidak memberi solusi. Sebab para pengusaha di Banjarejo Magetan menganggap sudah tidak masuk ke kawasan LIK, karena sudah overload. Foto Ramzi
Saran Pemkab Bukan Solusi Bagi Pengusaha Kulit Magetan
Selasa, 13-02-2018 | 23:20 wib
Oleh : M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Pasca ramai diberitakan soal limbah penyamakan kulit yang dibuang ke sungai, dan diprotes warga, pengusaha penyamakan kulit di Desa Banjarejo Kecamatan Ngariboyo Magetan, memilih berhenti beraktifitas. Mereka menunggu solusi dari pemerintah setempat.

Salah satu pengusaha Kasrun mengatakan, usahanya sudah dirintisnya puluhan tahun silam. Biasanya limbah basah ia tampung dalam kolam penampungan. Namun, saat hujan deras, limbah meluap atau overload sehingga mengalir dan mengotori air sungai. "Saya siap mengikuti aturan pemerintah," kata Kasrun.

Namun saran dari pemerintah setempat untuk mengolah kulit basah di lingkungan industri kecil, atau LIK Ringinagung Magetan, dianggap tidak memberi solusi. Karena pengusaha di luar LIK sudah tidak bisa masuk, sebab di LIK sudah overload. "Tempat penampungan sudah rusak, sehingga langsung dibuang ke sungai," kata Kasrun.

Di sisi lain, para pengusaha tidak mungkin menghentikan produksinya. Karena menyangkut nasib para karyawan yang bekerja. Dari itu, sebagian dari mereka memilih membuat kolam penyimpanan limbah yang baru, agar mereka bisa bekerja. (pul)

Berita Terkait


Saran Pemkab Bukan Solusi Bagi Pengusaha Kulit Magetan

Pemkab Magetan Akan Kelola Limbah Kulit Agar Tak Kotori Sungai

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua