Berita Terbaru :
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
Pulang Dari Surabaya, Karyawan Kedai Bakso Terkonfirmasi Positif Corona
Terseret Banjir Korban Ditemukan Nelayan di Tengah Laut Kondisi Membusuk
DPRD Bojonegoro Tetapkan 5 Raperda
Jelang New Normal, ASN Mulai Masuk Kantor
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Pemkab Gratiskan Rapid Test Santri yang Datang ke Ponpes
Pemkab Luncurkan Aplikasi Sibantu Guna Pantau Bantuan Covid-19
Ribuan Ikan Mati Mabuk di Waduk Sier
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
   

Banjir Terjang Pemukiman, Sejumlah Sekolah Diliburkan
Pantura  Sabtu, 10-02-2018 | 15:45 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Hujan lebat yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Jombang, membuat aliran Sungai Maryomo meluap. Akibatnya, ratusan pemukiman warga yang dilintasi aliran sungai terendam banjir dengan ketinggian bervariatif.

Salah satu kawasan yang masih terendam air ini adalah di Desa Jatigedong Kecamatan Ploso Jombang. Air di kawasan ini masih menggenangi rumah warga dengan ketinggian satu pinggang orang dewasa. Air tidak hanya mengenai jalan, sejumlah rumah masih terendam banjir. Akibatnya, aktifitas warga terdampak banjir lumpuh.

Selain menggenangi pemukiman, banjir masuk ke sejumlah sekolah di Desa ini, Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) terpaksa diliburkan karena air masuk ke ruang kelas dan halaman sekolah dengan ketinggian kurang lebih 70 cm.

Rafki, salah satu siswa madrasah di desa ini mengaku, air masuk ke ruang kelas pagi saat dirinya berangkat sekolah. Ketika ketinggian air semakin bertambah, pihak guru meliburkan seluruh sekolah dan memulangkan anak didiknya.

Suparman, warga setempat mengatakan, banjir terjadi akibat luapan Sungai Marmoyo, air masuk ke perkampungan warga saat pagi hari.

"Ketinggian air sampai siang ini (10/2) sudah 70 cm lebih, warga khawatir jika hujan turun lagi, banjirnya akan semakin tinggi dan masuk ke rumah warga lebih banyak," jelas Suparman.

Selain Desa Jati Gedong,banjir juga sempat mengenangi rumah di Desa Pager Tanjung Kecamatan Ploso dan sejumlah desa di Kecamatan Kabuh. Banjir yang terjadi setiap musim penghujan ini akibat sungai tidak mampu menampung debit air akibat curah hujan yang tinggi.

Warga berharap ada bantuan dan penanganan khusus dari pemerintah agar banjir bisa teratasi dan tidak mengganggu aktifitas warga. (end)




Berita Terkait

Ratusan Rumah 2 Desa di Tanggulangin Teredam Air

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi dan Rob

Meski Ombak Menurun, Petugas Larang Warga Dekati Bibir Pantai
Berita Terpopuler
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  38 menit

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  15 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  17 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber