Berita Terbaru :
Dindik Jatim Tetapkan Tahun Ajaran Baru Dengan Sistem Shift
Di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Dihebohkan Pria Tergeletak di Parit
1814 Calon Jamaah Haji Jember Gagal Berangkat Tahun Ini
Jelang New Normal, Sunday Market Segera Dibuka
Puting Beliung Robohkan Pohon dan Timpa Rumah Hingga Rusak Parah
Dua Keluarga di Kota Mojokerto Terkonfirmasi Positif Covid 19
Terdakwa Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bantah Semua Dakwaan Jaksa KPK
Polres Serahkan Bekas Kasus Pembunuhan Mertua Sekda ke Kejaksaan
Ditlantas Polda Jatim Sita 302 Kendaraan Roda 2 Berknalpot
Terapkan New Normal, KAI Siapkan Face Shiel untuk Penumpang
Hingga Saat Ini, Belum Ada Jamah Haji Yang Ambil Uang Pelunasan
Tiga Hari Tanpa Pj Sekda, Surat Menyurat Menumpuk di Meja
Cegah Penyebaran Covid 19, Polisi Ajak Ratusan Warga Berjemur
Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Miniatur Kendaraan Berbahan Limbah Tembus Mancanegara
   

Harga Ikan Laut Mahal Akibat Dampak Cuaca Buruk
Pantura  Sabtu, 10-02-2018 | 12:36 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Cuaca buruk yang melanda pesisir utara Tuban, Jawa Timur, menyebabkan harga ikan laut mahal di pasaran. Harga ikan naik antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram akibat minimnya pasokan ikan dari nelayan.

Kondisi ini terpantau terjadi di Pasar Ikan Kradenan, Kecamatan Palang, Tuban, Jawa Timur. Pasar ikan tradisional yang biasanya ramai, kini tampak lebih sepi. Stok ikan sangat sedikit dan bahkan hanya terdapat beberapa jenis ikan tertentu saja yang diperdagangkan. Itu pun dalam jumlah terbatas.
 
Stok ikan yang minim ini, membuat harga ikan laut melambung tinggi. Kenaikan berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram akibat menurunnya pasokan ikan dari nelayan setempat. Harga cumi-cumi, yang biasanya hanya berkisar Rp 55 ribu kini menjadi Rp 60 ribu. Sementara ikan kerapu dan kakap yang biasanya seharga Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu, kini naik menjadi Rp 50 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram.
 
Ikan lainnya seperti tengiri melonjak drastis mencapai Rp75 ribu per kilogram, sementara jenis kepiting dan rajungan naik hingga mencapai kisaran Rp 80 ribu per kilogram.
 
Harga paling rendah hanyalah jenis ikan dasar seperti ikan trumpah, togek, tetet, dan kuningan yang kini dijual seharga Rp 25 ribu per kilogram.
 
Para pedagang mengaku sedikitnya stok ikan ini, lebih disebabkan terus menurunnya hasil tangkapan ikan yang didapat para nelayan sekitar akibat dampak cuaca yang tidak menentu. "Stok ikan terbatas, jadi terpaksa mendatangkan ikan dari luar daerah seperti Lamongan dan Rembang," tutur Salamah, pedagang ikan di Pasar Ikan Kradenan.
 
Sementara harga ikan yang mahal ini, juga membuat para pedagang sepi pembeli. Bahkan beberapa jenis ikan yang mereka jual menjadi tidak laku, meski telah berjualan, hingga sore hari.
 
Para pedagang berharap cuaca segera membaik sehingga aktifitas jual beli ikan kembali normal seperti sebelumnya.(end)

Berita Terkait

Nelayan Lamongan Mengeluh Harga Ikan Turun

Musim Penghujan, Harga Ikan Kering Meroket

Gelombang Tinggi, Harga Ikan Laut Merangkak Naik

Musim Tanam, Harga Ikan Tambak di Lamongan Anjlok
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  4 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  5 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  6 jam

Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  19 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber