Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sosok 

Kisah Aris Penjaga Perlintasan Kereta Api Tanpa Honor
Kamis, 08-02-2018 | 20:11 wib
Oleh : Moch.Asrofi
Blitar pojokpitu.com, Apa yang dilakukan Aris (40 th), bujangan penjaga perlintasan kereta api ,Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, bisa mengundang simpati para pengguna jalan.

Aris , beranjak dari duduknya dan langsung mengenakan rompi warna merah, Sejurus kemudian, ia membawa bendera kecil warna hijau tangan kanannya dan membunyikan peluit sebagai tanda kalau akan ada kereta api yang akan melintas dari arah stasiun Blitar  ke berbagai tujuan.

Sebelum kereta melaju melintasi perlintaaan tanpa palang pintu yang ia jaga , Aris memastikan tidak ada pengguna jalan menerobos perlintasan kereta api. Selain bawa Peluit dan Bendera , aris membawa pentungan. "Senjata ini untuk memperingatkan pengguna jalan yang bandel," ujar Aris  sembari tersenyum.

Aris sudah 5 tahun menjaga perlintasan kereta api liar yang terletak sekitar 4  kilometer dari stasiun Blitar. "Saya memutuskan menjaga perlintasan setelah melihat kecelakaan antara pengendara sepeda motor dan kereta api,"  tutur Aris, relawan tanpa honor .

Perlintasan liar yang dijaga Aris merupakan  salah satu dari puluhan  perlintasan liar di wilayah Daerah Operasi (Daop) kereta api 7 madiun, diwilayah  Blitar.

Tidak Dapatkan Upah. awalnya, Aris menjaga perlintasan ini karena panggilan hati ,sering melihat di perlintasan  tanpa palang pintu  ini sering memakan korban pengguna jalan" Hari hari saya bekerja sendirian 24 jam ,mulai pagi hingga pagi lagi ,meski hujan saya tetep kerja ," Tuturnya .

Selama ini Aris tidak dapat upah  dari Daop ,hanya mengandalkan sumbangan sukarela dari pengguna jalan yang melintas. Amir ,warga sekitar menuturkan , sebenarnya melihat adi sangat kasihan , karena kerjannya sukarela . Alhamdulillah masih ada orang yang metasa belas kasihan  memberi sumbangan untuk kelangsungan.hidup."Ya setiap hari dapat uang meski hanya 10 hingga 20 ribu  dan kadang kalau nggak ada uang saya beri makan dan minum," Ungkap Amir. (pul)



Berita Terkait


Batik Jember Mewakili Indonesia Tampil di Paris Fashion Weeks

Para Barisata Muda Beradu Kemampuan di Festival Kopi Nusantara

Kopi Cita Rasa Wine Beraroma Anggur, Racikan Barista Situbondo

Aset Berserakan, PT PWU Libatkan Kejati Jatim Untuk Inventarisir Aset


Didakwa Palsukan Surat Pernyataan, Notaris Menangis di Ruang Sidang

Kebakaran Hutan Nyaris Sambar Pengguna Jalan

Tiga Ruang Kelas Atapnya Nyaris Roboh, Puluhan Siswa Diungsikan

Nyaris Dimassa, Pencuri Toko Kelontong Tertangkap Warga
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber