Berita Terbaru :
Peringati HUT RI ke 75, Koki Kapal Perang Koarmada II Adu Ketangkasan Lomba Memasak
Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
   

Kisah Aris Penjaga Perlintasan Kereta Api Tanpa Honor
Sosok  Kamis, 08-02-2018 | 16:04 wib
Reporter : Moch.Asrofi
Blitar pojokpitu.com, Apa yang dilakukan Aris (40 th), bujangan penjaga perlintasan kereta api Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, mengundang simpati para pengguna jalan.

Aris, beranjak dari duduknya dan langsung mengenakan rompi warna merah. Sejurus kemudian, ia membawa bendera kecil warna hijau di tangan kanan dan membunyikan peluit sebagai tanda kalau akan ada kereta api yang akan melintas dari arah stasiun Blitar ke berbagai tujuan. Sebelum kereta melaju melintasi perlintasan tanpa palang pintu yang ia jaga, Aris memastikan tidak ada pengguna jalan menerobos perlintasan kereta api.

"Selain bawa peluit dan bendera, saya bawa pentungan. Senjata ini untuk memperingatkan pengguna jalan yang bandel," ujar Aris sembari tersenyum.

Aris sudah 5 tahun menjaga perlintasan kereta api liar yang terletak sekitar 4 kilometer dari stasiun Blitar.

"Saya memutuskan menjaga perlintasan setelah melihat kecelakaan antara pengendara sepeda motor dan kereta api," tutur Aris, relawan tanpa honor .

Perlintasan liar yang dijaga Aris merupakan  salah satu dari puluhan  perlintasan liar di wilayah Daerah Operasi (Daop) Kereta Api VII Madiun, di wilayah Blitar.

Tidak Dapatkan Upah

Awalnya, Aris menjaga perlintasan ini karena panggilan hati, sering melihat di perlintasan tanpa palang pintu ini sering memakan korban pengguna jalan. "Hari saya bekerja sendirian 24 jam, mulai pagi hingga pagi lagi, meski hujan saya tetap kerja," tuturnya.

Selama ini, Aris tidak dapat upah dari Daop, hanya mengandalkan sumbangan sukarela dari pengguna jalan yang melintas.

Amir, warga sekitar menuturkan, sebenarnya melihat Adi jatuh kasihan, karena kerjanya sukarela. "Alhamdulillah masih ada orang yang menaruh belas kasihan memberi sumbangan untuk kelangsungan hidup. Ya, setiap hari dapat uang meski hanya Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu dan kadang kalau nggak ada uang saya beri makan dan minum," ungkap Amir.

Warga sekitar berharap Aris diperhatikan oleh Daop VII Madiun. Paling tidak, dari pihak stasiun Blitar, ada honor pengganti lelah. (end)




Berita Terkait

Kisah Aris Penjaga Perlintasan Kereta Api Tanpa Honor

Perbaikan Perlintasan Kereta Api Bangil Pasuruan

Memprihatinkan, Begini Nasib Relawan Penjaga Perlintasan Kereta Api
Berita Terpopuler
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
Ekonomi Dan Bisnis  2 jam

Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Rehat  2 jam



Cuplikan Berita
Mobil Pick Up Terbakar di Kebun Tebu, Seorang Alami Luka Bakar
Pojok Pitu

Salah Menyulut Rokok, Tabung Gas LPG Meledak
Pojok Pitu

Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Jatim Awan

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber