Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sosok 

Kisah Aris Penjaga Perlintasan Kereta Api Tanpa Honor
Kamis, 08-02-2018 | 16:04 wib
Oleh : Moch.Asrofi
Blitar pojokpitu.com, Apa yang dilakukan Aris (40 th), bujangan penjaga perlintasan kereta api Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, mengundang simpati para pengguna jalan.

Aris, beranjak dari duduknya dan langsung mengenakan rompi warna merah. Sejurus kemudian, ia membawa bendera kecil warna hijau di tangan kanan dan membunyikan peluit sebagai tanda kalau akan ada kereta api yang akan melintas dari arah stasiun Blitar ke berbagai tujuan. Sebelum kereta melaju melintasi perlintasan tanpa palang pintu yang ia jaga, Aris memastikan tidak ada pengguna jalan menerobos perlintasan kereta api.

"Selain bawa peluit dan bendera, saya bawa pentungan. Senjata ini untuk memperingatkan pengguna jalan yang bandel," ujar Aris sembari tersenyum.

Aris sudah 5 tahun menjaga perlintasan kereta api liar yang terletak sekitar 4 kilometer dari stasiun Blitar.

"Saya memutuskan menjaga perlintasan setelah melihat kecelakaan antara pengendara sepeda motor dan kereta api," tutur Aris, relawan tanpa honor .

Perlintasan liar yang dijaga Aris merupakan  salah satu dari puluhan  perlintasan liar di wilayah Daerah Operasi (Daop) Kereta Api VII Madiun, di wilayah Blitar.

Tidak Dapatkan Upah

Awalnya, Aris menjaga perlintasan ini karena panggilan hati, sering melihat di perlintasan tanpa palang pintu ini sering memakan korban pengguna jalan. "Hari saya bekerja sendirian 24 jam, mulai pagi hingga pagi lagi, meski hujan saya tetap kerja," tuturnya.

Selama ini, Aris tidak dapat upah dari Daop, hanya mengandalkan sumbangan sukarela dari pengguna jalan yang melintas.

Amir, warga sekitar menuturkan, sebenarnya melihat Adi jatuh kasihan, karena kerjanya sukarela. "Alhamdulillah masih ada orang yang menaruh belas kasihan memberi sumbangan untuk kelangsungan hidup. Ya, setiap hari dapat uang meski hanya Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu dan kadang kalau nggak ada uang saya beri makan dan minum," ungkap Amir.

Warga sekitar berharap Aris diperhatikan oleh Daop VII Madiun. Paling tidak, dari pihak stasiun Blitar, ada honor pengganti lelah. (end)




Berita Terkait


Kisah Aris Penjaga Perlintasan Kereta Api Tanpa Honor

Perbaikan Perlintasan Kereta Api Bangil Pasuruan

Memprihatinkan, Begini Nasib Relawan Penjaga Perlintasan Kereta Api


Perbaikan Perlintasan Kereta Api Bangil Pasuruan

Sirine Kereta Api Hilang, Perlintasan Kereta Api Rawan Kecelakaan

Bocah SD Rela Jaga Perlintasan Kereta Api Gantikan Kakeknya

Memprihatinkan, Begini Nasib Relawan Penjaga Perlintasan Kereta Api
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber