Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Life Style 

Sandal Jepit Custom, Saat Ini Menjadi Tren Baru
Kamis, 08-02-2018 | 12:41 wib
Oleh : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Sandal jepit menjadi tren baru anak muda untuk tampil casual. Karena tren sandal jepit saat ini lebih varitif dan menarik. Salah satu ya seperti sandal jepit custom yaitu konsumen dapat memilih dan mendesain sandal jepit sesuai keinginan.

Di era milenial saat ini sandal jepit menjadi favorit baru anak muda untuk bergaya santai. Karena tren sandal jepit memiliki berbagai motif dan warna yang beragam, yang tersedia di pasaran. Namun, apa jadinya bila salah satu outlet menjual sandal jepit sesuai dengan keinginan konsumen atau custom seperti yang ada di salah satu mall di Surabaya.

Menurut Menur Dwi Suryandari Manajer Outlet, proses pembuatan sandal diawali pemilihan warna rubber atau karet,  dan strap atau tali, serta pernak pernik sandal. Selanjutnya rubber harus dibuat pola sandal sesuai ukuran kaki menggunakan mesin khusus, lalu dilakukan pemasangan strap , yang dilanjutkan pemasangan pernak-pernik atau charm. "Inovasi ini sendiri baru pertama kali di indonesia, dan membuat joseline salah satu konsumen merasa senang karena bisa mendesain sendiri sandal jepitnya," kata Menur

Untuk bisa membeli sandal jepit custom ini, anda harus merogoh kocek agak dalam, mulai dari Rp 179 ribu. (pul)


Berita Terkait


Sandal Kulit Klasik Banyak Diminati Pemudik

Sandal Bata Mahathir Bikin Perhatian, Saingi Tas Hermes Nyonya Najib

Sandal Jepit Custom, Saat Ini Menjadi Tren Baru

Sales Sandal Ditemukan Tewas Di Depan Toko


Sandal Nyantol Gas, Pick Up Tabrak Pagar Taman

Mengaku Anggota Polisi, Penjual Sandal Cabuli Anak di Bawah Umur

Pengumpulan Koper Haji, Ada Sandal dan Cangkir Sebagai Tanda

Sales Sandal Ditemukan Tewas Di Depan Toko
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber