Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Politik 

Anggaran penanganan kemiskinan di Pacitan mencapai Rp 8 miliyar pertahun. Kendati begitu, angka kemiskinan di periode 2016-2017 hanya turun sebanyak 0,07 persen. Warga miskin Pacitan. Foto Agung
Anggaran Rp 8 Milyard Pertahun, Angka Kemiskinan Pacitan Hanya Turun 0,07 Persen
Rabu, 31-01-2018 | 13:13 wib
Oleh : Sujarismanto. agung prawoto
Pacitan pojokpitu.com, Membangun tata kelola pemerintahan bisa dinyatakan mencapai taraf keberhasilan, jika salah satu indikator permasalahan sosial berhasil teratasi. Namun di Pacitan, hal tersebut nampaknya sulit untuk di wujudkan.

Menurut Heru Wiwoho, Kepala Bappeda Pacitan, berdasarkan data yang berhasil dihimpun, jumlah orang miskin di kota berjuluk seribu satu goa pada kurun waktu 2016 mencapai 85.530 jiwa. Jumlah tersebut mengalami penurunan dari data orang miskin, pada tahun 2015, yakni menurun sekitar 1,19 persen.
 
Namun, pada tahun 2017, penanganan kemiskinan di Kabupaten Pacitan, tidak menunjukan progres yang berarti. Angka kemiskinan di Pacitan, hanya turun sebesar 0,07 persen dari angka sebelumnya sebanyak 15,49 persen, menjadi 15,42 persen. "Padahal pemerintah Kabupaten Pacitan, mengalokasikan anggaran sekitar Rp 8 miliyar pertahun, guna penanganan dan pengentasan kemiskinan," kata Heru Wiwoho.
 
Di kurun waktu 2016-2017, angka kemiskinan di Pacitan hanya menurun sebanyak 270 jiwa orang miskin. Banyak faktor yang menghambat progres pengentasan kemiskinan di Pacitan, tidak hanya anggaran pemerintah yang dinilai minim, program penanganan yang kurang tepat sasaran dinilai juga mengambat laju penanganan kemiskinan di Pacitan. "Pemerintah Kabupaten Pacitan, kini terus mengandalkan program program pengentasan kemiskinan, berbasis dana stimulan," kata Heru Wiwoho.
 
Salah satunya Grindulu Mapan. Namun, program tersebut dinilai masih perlu dievaluasi, karena belum sepenuhnya memaksimalkan upaya percepatan penanaganan kemiskinan di Pacitan. Program Grindulu Mapan,  menargetkan penanganan kemiskinan bagi 7.750 jiwa, dari angka orang miskin di Pacitan. "Namun target tersebut di nilai sulit tercapai, jika tidak ada evaluasi program," jelas Heru Wiwoho
 
Sementara itu Direktur Penanggulangan  Kemiskinan Dan Kesejahteraan Sosial, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Vivi Wilaswati mengatakan, salah satu indikator penyebab tingginya angka kemiskinan adalah angka anak putus sekolah. Hal tersebut di nilai perlu mendaji fokus utama pemerintah, jika ingin program penanganan kemiskinan dapat tepat sasaran dan berkelanjutan.
 
"Jaminan usia prduktif untuk mendapatkan lapangan pekerjaan juga menjadi penentu, agar progres pengentasan kemisikinan di Pacitan  dapat segera terealisasi. sehingga, perlu adanya trobsoan baru, pada program program pemerintah yang digulirkan," kata  Vivi Wilaswati.

Sudah semestinya, pemerintah tidak tutup mata, terhadap progres pengentasan kemiskinan yang belum menunjukan hasil berarti. Tidak hanya bertumpuknya anggaran, ketepatan sasaran dan program pengentasan kemiskinan berkelanjutan perlu di evaluasi oleh pemerintah.(pul)

Berita Terkait


Kisah Pilu, Nenek Amur Tinggal di Gubuk Reyot

Kurun Waktu Enam Bulan Ini Angka Kemiskinan di Jatim Menurun 0,48 Persen

Duh, Angka Kemiskinan di Pedesaan Masih 15.2 Persen

Bupati Minta Pengusaha Ikut Entaskan Kemiskinan


Bupati Minta Pengusaha Ikut Entaskan Kemiskinan

Presiden Inginkan Kemiskinan di Madura Berkurang

Angka Kemiskinan Tinggi, Khofifah Indar Parawansa Akan Bentuk Bengkel Bumdes

Tekan Bansos Tepat Sasaran Guna Turunkan Angka Kemiskinan

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber