Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Puluhan Korban Penipuan Investasi Emas Melapor ke Polda Jatim
Sabtu, 27-01-2018 | 19:44 wib
Oleh : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang investasi emas dilaporkan oleh puluhan nasabah ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu ( SPKT ) Polda Jatim, siang tadi. Pelaporan ini dilakukan menyusul kerugian korban mencapai milyaran rupiah.

Dengan didampingi kuasa hukumnya, puluhan nasabah investasi emas ( solusi tunai ) dari sejumlah kota di Jawa Timur, melaporkan perusahaan PT Rimba Hijau Investasi ke SPKT Polda Jawa Timur, atas perkara penipuan dan penggelapan.

Perusahaan ini dilaporkan, setelah para nasabah merasa dirugikan sejak 4 bulan terakhir. Untuk kerugian nasabah bervariasi, mulai bernilai puluhan juta hingga milyaran rupiah.

Awalnya investasi yang sudah berjalan 8 tahun ini diakui tidak mengalami kendala. Bahkan bonus atau bunga yang diterima berjalan lancar. Namun masalah ini muncul mulai awal tahun 2017, para nasabah mulai curiga karena bunga dari investasi tersebut ditransfer tidak tepat waktu dan bahkan ada yang belum diberikan.

Nasabah semakin resah disaat pihak perusahaan berjanji jika bonus keluar namun diangsur selama 3 tahun.

Menurut para korban, setidaknya ada 900 nasabah yang berinvestasi di 9 cabang perusahaan di Jawa Timur. Total kerugian para nasabah diperkirakan sebesar Rp 50 milyar. Bahkan saat ini sejumlah cabang perusahaan investasi yang tersebar di Jawa Timur tutup.

Sementara para nasabah yang melaporkan kasus ini berharap kepada pihak kepolisian untuk segera memproses laporan tersebut. Karena banyak masyarakat menjadi korban dari aksi penipuan dan penggelapan yang dilakukan perusahaan tersebut.(end)


Berita Terkait


Puluhan Korban Penipuan Investasi Emas Melapor ke Polda Jatim

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber