Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Teknologi 

Operasi Katarak Teknologi Pacho, Hanya Ciptakan Sayatan 2 mm
Rabu, 24-01-2018 | 10:19 wib
Oleh : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Dunia kedokteran saat ini semakin canggih. Seperti munculnya teknologi dan teknik baru dalam operasi katarak, yakni teknik phaco emulsifikasi. Yakni operasi mata tanpa sayatan lebar, sehingga operasi menjadi cepat, mudah, aman dan tanpa jahitan.

Menurut Direktur Klinik Mata Utama dr Uyik Unari, berdasarkan data dari kementerian Kesehatan mengutip data dari WHO pada 2017 lalu, jumlah pasien katarak di Indonesia mencapai 2 persen dari total jumlah penduduk. Artinya ada sekitar 210 ribu pasien yang mengidap katarak di Indonesia. Indonesia pun menempati posisi kedua dunia dengan jumlah pasien katarak tertinggi, dari jumlah tersebut, Jatim menjadi yang tertinggi, dengan jumlah mencapai 4,4 persen. "Di Indonesia angka dokter mata yang memiliki spesialis katarak juga masih sangat minim, untuk kami mengajak para kolega dokter spesialis mata untuk upgrading kemampuannya melalui teknik basic phaco workshop (BPW), dan klinik mata utama ini salah satu pusat training yang diakui secara nasional," kata dr Uyik Unari.
 
Peserta pelatihan itu terdiri dari dokter spesialis mata di seluruh Indonesia. Para peserta diberi pelatihan tentang skill untuk operasi dengan teknik pacho dan praktek secara langsung dengan menggunakan mesin modern dalam mengoperasi pasien katarak. Yakni dengan menggunakan mesin phaco. "Operasi teknik phaco emulsifikasi adalah operasi mata tanpa sayatan lebar, sehingga, operasi menjadi cepat, mudah, aman dan tanpa jahitan, dikarenakan sayatannya lebih kecil hanya 2,7 mm, sedangkan kalau teknik lama bisa sampai 6-10 mm," tambah dr Uyik Unari. 

Uyik mengatakan operasi dengan teknologi pacho memiliki sejumlah kelebihan, yakni tidak harus menunggu katarak matang untuk melakukan operasi. Tetapi bisa diambil ketika ada gejala. Waktu operasi pun hanya 10 menit, sedangkan teknologi konvensional harus menunggu kataraknya matang terlebih dahulu baru bisa dilakukan operasi. Waktu yang dibutuhkan pun bisa mencapai 1 jam lebih.

Uyik menambahkan, masih sangat sedikit Fakultas Kedokteran Spesialis Mata yang menggunakan teknologi ini, dikarenakan keterbatasan alat dan SDM (Sumber Daya Manusia) untuk alatnya saja terdiri dari mikroskop, serta lima unit monitor dan mesin yang harganya mencapai satu milar lebih. (pul)

Berita Terkait


32 Ribu Petani Beralih jadi Pekerja Bangunan

Operasi Katarak Teknologi Pacho, Hanya Ciptakan Sayatan 2 mm

Upayakan Mata Pelajaran Bahaya Narkoba, Polres Tanda Tangani Kesepakatan dengan Dinas Pendidikan

Warga Gelar Ruwat Sumber Mata Air


Tim Labfor dan Densus Temukan 8 Mata Panah dan Bahan Peledak

Produksi Arak Tutup, Ratusan Warga Kerek Kehilangan Mata Pencaharian

Mata Pelajaran Matematika Anjlok, Ribuan Siswa Rayakan Kelulusan

Banyak Main Gawai Bikin Mata Kering
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber