Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Terpidana Kasus Pencabulan, Anggota DPRD Bangkalan Dieksekusi Kejari Surabaya
Senin, 22-01-2018 | 18:04 wib
Oleh : Ayul Anhdim
Berita Video : Terpidana Kasus Pencabulan, Anggota DPRD Bangkalan Dieksekusi Kejari Surabaya
Surabaya pojokpitu.com, Setelah adanya keputusan dari Mahkamah Agung, yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Surabaya atas terpidana anggota DPRD Kabupaten Bangkalan dalam perkara pencabulan anak di bawah umur, langsung dilakukan eksekusi oleh Kejaksaan Negeri Surabaya, Senin siang.

Kasmu, seorang anggota DPRD Bangkalan, terpidana kasus pencabulan anak di bawah umur, beberapa tahun lalu dengan divonis Pengadilan Negeri Surabaya 7 tahun 6 bulan. Senin siang tadi, Kasmu dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Surabaya di kantor DPRD Bangkalan.

Eksekusi dilakukan setelah adanya putusan dari Mahkamah Agung yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Surabaya dengan putusan 7 tahun 6 bulan dan denda Rp 100 juta.

Terpidana dieksekusi pukul 12 siang tadi dan langsung dijebloskan ke Lapas Porong Sidoarjo untuk menjalani hukumnya .

Eksekusi dilakukan berkat kerjasama antara Tim Pidana Umum dan Tim Intelejen Kejaksaan Negeri Surabaya, dibantu Tim Intelejen Kejari Bangkalan.(end)

Berita Terkait


Cabuli Bocah 7 Tahun, Pengusaha Persewaan Terop Diciduk

Kasus Pencabulan Siswa, Ketua KPAI Datangi Sekolah dan Polres Malang Kota

Aliansi Masyarakat Malang Desak Pelaku Pelecehan Seksual Dipecat

Bocah 5 Tahun Dicabuli Tetangga Bejat Hingga Berulangkali


Polisi Akan Melakukan Gelar Perkara Atas Dugaan Pencabulan Antar Teman

LPA Akan Beri Bantuan Hukum Ataupun Psikologi Untuk Korban Pencabulan

Siswi Kelas 4 SD Dicabuli Temanya Sendiri di Dalam Kelas

Istri Tengah Hamil 8 Bulan, Kuli Bangunan Cabuli Anak di Bawah Umur

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber